Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
Ilustrasi. (FOTO: dok MI)

Chile Optimistis Kolaborasi Dagang dengan Indonesia Berhasil

Ekonomi kementerian perdagangan indonesia-chile
Ilham wibowo • 11 Juni 2019 15:56
Jakarta: Pemerintah Chile yakin kerja sama perdagangan dengan Indonesia bisa membawa dampak positif pada pertumbuhan ekonomi kedua negara. Kolaborasi yang dilakukan juga dinilai bisa mengurangi hambatan ekspor maupun impor secara signifikan.
 
Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Perdagangan Chile Rodrigo Yanez Benitez bersama Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita menyelesaikan tahap akhir Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA). Dokumen Instrument of Ratification (IoR) pun telah ditukar secara resmi di Auditorium Kementerian Perdagangan RI, Jakarta, Pusat, Selasa, 11 Juni 2019.
 
"Negosiasi ini dimulai 2013 di Bali yang saya hadiri, sangat penting secara personal bagi saya dan menjadi batu loncatan yang bersejarah bagi hubungan dagang kedua negara," kata Rodrigo dalam sambutannya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia juga mengapresiasi tim perunding yang telah bekerja keras melalui enam ronde pertemuan dalam tahapan negosiasi. Implemetasi kerja sama perdagangan ini dinilai akan memberikan dampak sosial, politik dan ekonomi yang lebih baik untuk kedua negara.
 
"IC-CEPA ini akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kedua negara untuk ekspansi perdagangan dan mempererat hubungan kedua negara serta memberikan lebih banyak kesempatan bagi pekerja juga perusahaan hingga manfaat sosial," paparnya.
 
Rodrigo menyebut Indonesia sebagai negara yang penting untuk membantu pertumbuhan ekonomi negaranya. Ia meyakini produk khas dari negara di Amerika Selatan ini seperti buah-buahan, kayu hingga tembaga bisa diterima dengan baik oleh konsumen Indonesia.
 
"Indonesia adalah negara utama di ASEAN dan juga mitra dagang utama dan kami punya komitmen kuat untuk itu. Kami juga dapat menikmati produk berkualitas tinggi dari Indonesia seperti furnitur, alas kaki, otomotif, palm oil dan lainnya," ungkapnya.
 
Demikian sebaliknya, lanjut Rodrigo, Indonesia juga bisa memanfaatkan posisi Chile yang memiliki akses besar dengan negara di Amerika Selatan. Produk berkualitas tinggi dari Tanah Air nantinya bisa dengan mudah untuk memperluas pasar internasional.
 
"Indonesia juga bisa memberikan akses ke 64 pasar dan juga mendapatkan kesempatan untuk menjadikan Chile sebagai hub ke Amerika Latin, Chile punya posisi kuat dan menarik untuk ekspor Indonesia," tuturnya.
 
Setelah hampir 18 bulan proses ratifikasi di masing-masing negara, pada 11 Juni 2019 proses tersebut secara resmi dituntaskan kedua negara. Bagi Indonesia, proses ini dilakukan melalui diterbitkannya Peraturan Presiden No. 11 tahun 2019, tentang Pengesahan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Chile (Comprehensive Economic Partnership Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of Chile).
 
Melalui IC-CEPA, sebanyak 89,6 persen pos tarif Chile akan dieliminasi untuk produk-produk Indonesia yang masuk ke pasar Chile, sedangkan Indonesia akan menghapus 86,1 persen pos tarifnya untuk produk impor dari Chile. Adapun produk utama Indonesia yang mendapat
preferensi di antaranya: minyak sawit dan turunannya, kertas dan bubur kertas, perikanan, makanan dan minuman, produk otomotif, alas kaki, mebel, perhiasan, sorbitol, produk tekstil, danlainnya.
 
Menteri Enggar mengatakan sesuai kesepakatan, setelah implementasi IC-CEPA dilaksanakan, kedua negara akan melanjutkan perundingan ke tahap selanjutnya. Perdagangan di sektor jasa dan peningkatan investasi akan dilakukan.
 
"Setelah perjanjian tarif barang, tahap selanjutnya adalah perundingan di bidang jasa dan investasi, karena memang IC-CEPA dilakukan bertahap. Untuk tenggat waktunya, akan dibahas lebih lanjut melalui Joint Committee IC-CEPA yang akan bertemu sesuai kesepakatan bersama," kata Enggar.
 
Total perdagangan Indonesia-Chile pada 2018 tercatat mencapai USD274 juta. Sementara itu, untuk periode Januari-Maret tahun 2019 total perdagangan kedua negara mencapai USD56,1 juta dengan nilai ekspor Indonesia sebesar USD34,9 juta dan impor sebesar USD21,2 juta.
 
Chile merupakan negara tujuan ekspor Indonesia ke-55 dengan total ekspor USD158,9 juta di 2018, meningkat 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar USD158,5 juta. Produk ekspor utama Indonesia ke Chile adalah alas kaki, pupuk; mobil, surfaktan organik, locust beans, rumput laut, bit gula, dan tebu. Sedangkan, produk utama Chile yang diekspor ke Indonesia adalah buah anggur, tembaga, bubur kayu kimia, biji besi, lemak, dan minyak serta fraksinya dari ikan atau mamalia laut.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif