Ilustrasi penjualan daging/MI/Bary Fathahilah.
Ilustrasi penjualan daging/MI/Bary Fathahilah.

APJI Gelar Operasi Pasar Daging Sampai H-1 Lebaran

Ekonomi operasi pasar harga daging
Muhammad Syahrul Ramadhan • 25 Mei 2019 07:26
Jakarta: Asosiasi Penyelenggara Jasaboga Indonesia (APJI) akan terus menggelar operasi pasar daging. Sekjen APJI Diana Dewi mengatakan operasi pasar daging digelar sampai dengan H-1 lebaran.
 
"Operasi pasar terus dilakukan sejak awal Ramadan sampai dengan H-1 lebaran untuk menstabilkan harga daging di Jakarta dan sekitarnya," kata Diana dikutip dari Antara, Jumat 24 Mei 2019.
 
Diana memprediksi permintaan daging akan meningkat di Ramadan dan Lebaran 2019 dibandingkan tahun 2018. Untuk itu, ia berharap pemerintah membuka keran impor guna mengantisipasi meningkatnya permintaan jelang lebaran.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sebab stok yang ada sekarang hanya untuk empat bulan, sementara menjelang Lebaran biasanya permintaan naik tiga kali lipat," ujar Diana.
 
Operasi pasar daging sapi dan kerbau beku ini dilaksanakan di seluruh wilayah Jakarta ditambah dengan Depok, Bekasi dan Bogor dengan 100 titik lokasi diselenggarakan sejak awal Ramadan sampai nanti H-1. Daging beku operasi pasar dijual dengan harga Rp70.000 per kilogram, sedangkan harga normal di pasar saat ini di kisaran Rp80.000 per kilogram.
 
Diana memperkirakan permintaan daging akan terus meningkat sampai menjelang lebaran. Apalagi, berdasarkan data telah terjadi kenaikan daya beli masyarakat Jakarta sebesar 10 persen.
 
Diana juga menyampaikan saat H-1 nanti melalui Toko Daging Nusantara di Kranggan Bekasi akan digelar pasar murah daging beku dengan harga Rp65.000 per kilogram. Tetapi jumlahnya akan dibatasi, sebab stok yang tersedia untuk operasi pasar murah itu hanya 5 ton.
 
Diana menuturkan sulit mengandalkan sapi dan kerbau lokal untuk stabilitas harga daging sapi. Untuk pemerintah harus segera membuka keran impor khususnya dari Selandia Baru.
 
"Memang pemerintah tengah melaksanakan program pembiakan sapi lokal melalui inseminasi buatan, namun hasilnya tentu baru akan terlihat dalam waktu dua atau tiga tahun mendatang" ujar Diana.
 

(EKO)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif