Deputi Komisioner Pengawas IKNB II OJK M Ichsanuddin (tengah). (FOTO: Medcom.id/Suci)
Deputi Komisioner Pengawas IKNB II OJK M Ichsanuddin (tengah). (FOTO: Medcom.id/Suci)

Aset Perusahaan Pembiayaan Nasional Capai Rp483,92 Triliun

Ekonomi ojk multifinance
Suci Sedya Utami • 21 Mei 2018 18:33
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis posisi aset industri perusahaan pembiayaan (multifinance) hingga kuartal I-2018 mencapai sebesar Rp483,92 triliun.
 
Deputi Komisioner Pengawas IKNB II OJK M Ichsanuddin mengatakan posisi aset tersebut bertambah Rp34,4 triliun dari kuatal I tahun lalu.
 
"Kalau dibandingkan dengan Maret tahun lalu, ada pertumbuhan 7,65 persen," kata Ichsanuddin di Kantor Pusat OJK, Jakarta Pusat, Senin, 21 Mei 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, untuk piutang pembiayaan mengalami peningkatan 6,68 persen atau Rp24,02 triliun menjadi Rp419,2 triliun di akhir Maret.
 
Adapun sumber pendanaan untuk menyalurkan pembiayaan mayoritas berasal dari dalam negeri yakni Rp179,8 triliun atau 52,5 persen, luar negeri Rp91,2 triliun atau 20 persen serta surat utang baik obligasi maupun surat utang jangka menengah (MTN) sebesar Rp71,8 persen atau 20,9 persen.
 
Sementara itu, untuk laba yang dihasilkan oleh industri ini mengalami peningkatan. Pada tiga bulan pertama sebesar Rp3,74 triliun atau tumbuh 20,56 persen dari posisi akhir Meret tahun lalu.
 
"Dengan adanya peningkatan laba, juga meningkatkan returns of asset (RoA) 4,36 persen serta returns of equity (RoE) 13,20 persen," tutur dia.
 
Lebih lanjut untuk rasio kredit macet atau non performing financing (NPF) secara nett yakni sebesar 1,88 persen, di mana pertumbuhannya sebesar 3,25 persen.
 
"Memang ini terjadi peningkatan, tapi hanya komanya saja. Maret tahun lalu itu growth-nya sekitar 3,16 persen, ini dialami oleh seluruh industri yang menyalurkan pembiayaan," jelas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif