<i>Wine</i> Bali Curi Perhatian Mancanegara
Wine Hatten dari Bali, salah satu wine produk asli Indonesia. (FOTO: MI/USMAN ISKANDAR)
Tangerang: Indonesia memiliki beragam produk yang banyak dilirik mancanegara. Salah satunya minuman anggur (wine) lokal asal Bali.

Dalam pelaksanaan Pameran Pangan Nusa yang dilangsungkan di arena Trade Expo Indonesia (TEI) 2018, transaksi pembelian wine Bali tercatat senilai USD10 ribu.

Transaksi tersebut tertuang dalam memorandum of understanding (MoU) alias nota kesepahaman di Pameran Kuliner dan Pangan Nusantara. Pameran tersebut bahkan mencatatkan transaksi signifikan sebesar USD680 ribu.

Di sisi lain, misi dagang lokal Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan pada 26 Oktober 2016 juga mencatatkan transaksi USD85,6 juta dengan 10 besar produk-produk unggulan yaitu gula semut, kunyit basah, bawang putih, manggis, lada putih, jambu merah, beras jagung, telur, arang batok kelapa, dan tepung tapioka.

"Capaian TEI 2018 merupakan sinyalemen positif dari para buyers terhadap produk-produk Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global," ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada penutupan TEI 2018 di ICE BSD City, Minggu, 28 Oktober 2018.

Jumlah peserta pameran TEI 2018 ada sebanyak 1.160 perusahaan yang berpartisipasi. Jumlah ini lebih tinggi dari target yang ditetapkan sebanyak 1.100 peserta atau naik lima persen dibanding peserta tahun lalu yang sebanyak 1.108 peserta.

TEI tahun ini juga mencatatkan jumlah pengunjung hingga hari terakhir pukul 12.00 WIB sebanyak 28.155 orang dari 132 negara. Jumlah ini meningkat sebesar 1,6 persen dibandingkan tahun lalu yang sebanyak 27.711 orang dari 117 negara.

Dari jumlah tersebut, pengunjung mancanegara mencapai 5.183 orang dengan jumlah terbanyak berasal dari Malaysia (371 pengunjung), Arab Saudi (312 pengunjung), Afghanistan (276 pengunjung), Tiongkok (273 pengunjung), dan Jepang (239 pengunjung).

Beberapa tamu kenegaraan yang hadir melihat-lihat arena TEI 2018 yaitu Wakil Presiden Panama Isabel Saint Malo, serta Delegasi asal Serawak, Malaysia; Mesir, dan Maroko.

TEI 2018 juga sukses melaksanakan sejumlah kegiatan yang mendukung kesuksesan bisnis dan perdagangan. Kegiatan tersebut yaitu Forum Trade, Tourism, Investment (TTI), Diskusi Regional, gelar wicara, kompetisi usaha rintisan berorientasi ekspor, business matching, dan forum bisnis terpadu.

Hadir pula pada penutupan TEI 2018 perwakilan dari para sponsor penyelenggaraan TEI 2018, yaitu BPDP Kelapa Sawit, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, dan Garuda Indonesia. 
Mendag Enggar memberikan apresiasi yang tinggi kepada para sponsor, pihak penyelenggara yang berperan besar untuk pelaksanaan TEI 2018 sehingga sukses terselenggara tanpa pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Pada penyelenggaraan TEI untuk yang kedua kalinya di ICE BSD City ini, kami bersyukur sejumlah perbaikan dapat dirasakan para buyers dan pengunjung, terutama dalam aspek kenyamanan tempat dan logistik. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pihak yang telah berkontribusi, termasuk Debindo sebagai pihak jasa penyelenggara," ungkap Enggar.

Kehadiran para buyers pada TEI 2018 akan dilanjutkan dengan kunjungan ke daerah-daerah untuk melihat produk-produk yang potensial. Tak hanya itu, peninjauan pabrik-pabrik secara langsung juga bakal dilakukan.

"Dengan kegiatan lanjutan dari para buyers tersebut, diharapkan juga dapat memberikan potensi kerja sama lanjutan yang dapat meningkatkan kinerja ekspor nasional sehingga target ekspor 11 persen dapat tercapai," pungkasnya.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id