Upaya pemerintah dengan membuatkan peta jalan industri 4.0 dinilai tepat. Muradi memandang Indonesia memang memerlukan arah mengenai industri di masa revolusi 4.0 agar tidak tertinggal dari negara lain.
"Sangat bagus Jokowi menjalankan revolusi ini, karena negara luar telah banyak yang melakukan industri 4.0, agar kita tidak tertinggal," ucap Muradi ditemui dalam diskusi publik bertema politik industrialisasi Jokowi dalam era industri 4.0 di Metro Coffee Bar, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa malam, 22 Januari 2019.
Dirinya memandang pemerintah bergerak cepat dan sukses dalam mengarahkan industri tanah air mengikuti perubahan zaman saat ini. Namun dia berharap tidak hanya pemerintah yang bergerak dalam memajukan industri di era revolusi 4.0 tapi juga harus didukung oleh DPR, masyarakat dan stakeholder lainnya.
"Mudah-mudahan pak Jokowi bisa melanjutkan kemajuan bangsa sampai terbesar 10 di dunia, tidak hanya eksekutif saja, tapi legislatif juga harus mendorong. Demi industri 4.0 yang lebih maju lagi dan kita bisa bersaing dengan dunia luar," terang dia.
Sementara itu, Koordinator Komunitas Alumni Perguruan Tinggi Jakarta Raya Lambok Jefri menambahkan dari visi para calon, hanya pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf yang mendukung industri 4.0.
"Dari dua pasangan, hanya Jokowi yang concern dengan industri 4.0. Makanya kita berharap revolusi industri 4.0 tetap harus dijalankan, agar terus berkembang, negara ini juga bisa lebih maju bila dibanding negara lain diluar," ungkap Lambok.
Maka dari itu, para Komunitas Alumni Perguruan Tinggi Jakarta Raya sangat mendukung penuh agar Jokowi - Ma'ruf Amin bisa menang dalam Pilpres 2019.
"Bagi kami para pekerja lainnya menjadi dasar yang kuat. Para pengusaha juga untuk menyiarkan pilihan presiden yang tepat di tahun ini. Tentu untuk kita besarkan industri 4.0 itu. Politik yang Jokowi jalankan juga lakukan industri 4.0," tukas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News