Diskusi Diaspora di GoWork Pacific Place, Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018. Medcom/Ilham Wibowo.
Diskusi Diaspora di GoWork Pacific Place, Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018. Medcom/Ilham Wibowo.

Pulang Kampung, Diaspora Incar Startup Indonesia

Ekonomi startup Diaspora
Ilham wibowo • 25 Oktober 2018 20:11
Jakarta: Ratusan ribu orang Indonesia yang menetap di luar negeri atau diaspora enggan pulang ke kampung halaman. Alasannya, kualitas kehidupan serta besar gaji di dalam negeri dianggap lebih rendah.
 
Namun, sejak perusahaan rintisan (startup) menjamur di Indonesia, mereka mulai tertarik bekerja di dalam negeri. Setidaknya, terdapat 1.559 perusahaan startup di Tanah Air atau berada pada urutan ketiga terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat (AS) dan India.
 
International Candidate Manager Robert Walters Indonesia Raynaldi Inaray menggungkapkan sebanyak 56 persen dari ribuan diaspora yang teregistrasi dalam data base Robert Walters telah kembali ke Indonesia. Mereka kebanyakan bekerja di sektor Teknologi Informasi (IT) dan mengincar profesi seperti software engineer, software developer, dan product manager.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perusahaan paling dicari saat ini startup company. Ribuan kandidat telah teregistrasi di data base Robert Walters, 56 persen kembali ke Indonesia dan anggota pulang kampung paling banyak bekerja di sektor IT," katanya dalam sebuah diskusi di GoWork Pacific Place, Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018.
 
Raynaldi menambahkan pihaknya melahirkan program pulang kampung sejak 2015 untuk menghubungkan diaspora dengan perusahaan startup yang membutuhkan tenaga ahli. Dengan memanfaatkan jaringan Robert Walters di 28 negara, sebanyak 3.000 orang telah mendaftarkan diri.
 
"Demand ini masih berlanjut di 2018,” imbuh dia.
 
Peneliti Institute Development of Economic and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menambahkan diaspora bakal mengincar lapangan pekerjaan di industri digital seperti sejumlah unicorn yakni Gojek, Tokopedia, Bukalapak, dan lainnya.
 
"Kalau mereka pulang sulit beradaptasi, untuk mikir culture dan coworking space sangat western dan itu yang mereka incar. Bukalapak butuh berapa, GoJek berapa, ini yang mereka lirik," ungkap Bhima.
 
Adapun sebanyak 1,1 juta penduduk Indonesia pindah ke luar negeri dengan berbagai alasan. Dari jumlah itu 94,30 persen beralasan mencari pekerjaan, alasan belajar 2,45 persen, menemani pasangan 2,37 persen, alasan politik dan sosial 0,06 persen, dan lainnya 0,82 persen.
 


 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi