Tiap Bulan, 300 Domba Garut 'Terbang' ke Uni Emirat Arab
Domba Garut. Medcom/Whisnu Mardiansyah.
Jakarta: Sebanyak 300 domba asal Garut akan diekspor Indonesia ke Arab Saudi mulai November. Periode pengiriman yakni setiap bulan selama satu tahun.

Hal ini dilakukan seiring ditandatanganinya kontrak perdagangan (sales contract) antara PT Inkopmar Cahaya Buana dan Private Department of Sheikh Mohamed Bin Khalid Al Nahyan (Ruling Family) Abu Dhabi (Uni Emirat Arab/UEA).

Direktur Operasional PT Inkopmar Cahaya Buana Harun Al Rasyid mengatakan ekspor domba Garut ini menjadi langkah awal menumbuhkan optimisme di dunia peternakan Indonesia. Diharapkan ini mampu memberi keyakinan bahwa peternakan Indonesia dapat menembus pasar dunia.

"Tentunya pasar Asia Tenggara yang sudah kami buka dan Persatuan Emirat Arab sekali lagi menjadi langkah awal kita menumbuhkan optimisme di dunia peternakan Indonesia," kata Harun dikutip dari Media Indonesia, Minggu, 28 Oktober 2018.

Total domba yang akan dikirimkan dalam kontrak berjangka satu tahun ini sebanyak 3.600 domba dengan nilai transaksi Rp57,6 miliar. Pengiriman perdana akan dilakukan pada awal November. Sebanyak 300 domba Garut akan dikirim melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Adapun penandatanganan sales contract dilakukan pada Jumat, 26 Oktober 2018 oleh Harun Al Rasyid bersama Head of Technical and Administration Division-Management of Nature Conservation Private Department of Sheikh Mohammed Bin Khalid Al Nahyan.

Penandatanganan disaksikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda, Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis, Konsul Jenderal RI Ridwan Hassan, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Kementerian Pertanian Fini Murfiani, dan Kepala Indonesia Trade and Promotion Center (ITPC) Dubai Heny Rusmiyati.

Kerja sama dengan UEA, lanjut Harun, dapat membuka mata semua pihak bahwa dunia peternakan dalam negeri dapat menembus pasar dunia. Bukan hanya hewan dalam bentuk hidup, tetapi juga dalam bentuk karkas atau daging. Keberlangsungan ekspor ini perlu dukungan semua pihak, baik pemerintah, swasta dan asosiasi ekspor.

"Dengan semua hal positif tersebut akan membawa optimisme di kalangan peternak akan keberlangsungan kehidupannya dalam beternak, mereka bisa membangun hidupnya dengan masa depan yang jauh lebih baik," ungkap Harun.

Tidak hanya kerja sama pengiriman domba, pihak UEA juga akan menanamkan modalnya di Indonesia. Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab Husin Bagis menyatakan kerja sama itu mengajak pihak UEA untuk membangun Breeding Farm Centre atau pembibitan yang terpusat dan pertama kali ada untuk domba.

Namun, hal ini masih tahap pembicaraan bersama pemerintah Indonesia. Ditargetkan awal 2019 investasi itu sudah bisa dilakukan dengan nilai jutaan dolar.

"Ini terobosan dan sebagai pintu ekspor domba Garut ke Persatuan Emirat Arab dan kawasan Timur Tengah. Kami menargetkan awal tahun depan Private Department of Sheikh Mohamed Bin Khalid Al Nahyan dapat berinvestasi di Indonesia."pungkas harun.



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id