Toko Beras Idolaku (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Toko Beras Idolaku (Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Februari 2019, Stok Beras Lokal Diprediksi Menipis

Ekonomi beras stok beras bulog
Ilham wibowo • 26 Desember 2018 13:22
Jakarta: Penjual beras di Pasar Induk Cipinang disebut tak bisa menghindari kenaikan harga beras lokal di tingkat eceran. Sebab, bahan baku beras dari pabrik di daerah saat ini kian menipis.

"Sudah masuk musim paceklik panen, stok panen beras di daerah tinggal sedikit, paling hanya lima persen lagi," ucap pengelola toko beras Idolaku, Hariyanto, ditemui Medcom.id, di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Rabu, 26 Desember 2018.

Menipisnya pasokan beras dari lumbung padi nasional seperti wilayah Karawang, Indramayu, Demak maupun Sragen memicu kenaikan harga dibandingkan dengan ketika hari normal. Pria yang akrab disapa Anto ini mengaku masih menjual beras di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah yang dipatok Rp12.800 per kg untuk jenis premium hingga saat ini.  
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Jenis IR 64 beras panjang premium sekarang dijual masih di bawah HET dari Rp11 ribu per kg sampai Rp11.200 per kg, paling mahal ada sampai dijual Rp11.500 per kg," ucapnya. Harga tersebut bakal terus naik dengan rentang kenaikan rata-rata Rp300-Rp500 per kg saat kondisi pasokan beras belum normal. Anto menuturkan beberapa jenis beras lokal khusus bahkan harganya bisa mencapai di atas HET.

"Pandan wangi, itu beras khusus yang tidak pakai HET dan harganya tidak terbatas," ungkapnya.

Meski demikian, Anto menambahkan, masyakarat tak perlu khawatir dengan persediaan beras. Gudang beras dengan muatan 300 ton yang dikelolanya bakal terisi setiap saat. Ia memastikan beras medium bakal tetap ada lantaran telah ditunjuk Perum Bulog dalam operasi pasar.

Beras yang asal pembelian dari mekanisme impor itu pun dijual rata dengan HET Rp8.500 per kg. "Harga beras itu bisa turun pada saat panen yang biasanya di akhir Februari sampai Maret. Kalau harga yang tidak naik itu beras dari operasi pasar di sini dengan HET Rp8500 per kg," pungkas dia.


(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi