Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan bahwa langkah pemerintah menurunkan harga beras melalui operasi pasar dilakukan sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Presiden (Jokowi) juga bertanya ke Bulog, operasi pasarnya berapa sih. Kira-kira 2.400 ton per hari. Presiden bilang naikkan, supaya harganya balik lagi ke harga sebelumnya," kata Darmin, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat, 28 Desember 2018.
Ia menilai beras untuk operasi pasar oleh Bulog tidak mudah untuk dinaikkan begitu saja karena perlu memerhatikan jaringan yang ada. Rata-rata operasi pasar Bulog sekitar dua hingga tiga ribu ton per hari.
"Tetapi kalau (operasi pasar) empat hingga lima ribu ton sehari mestinya bisa. Di Bulog stok banyak, tidak ada masalah. Stok mungkin mendekati tiga juta ton. Kalau hanya operasi pasar hingga 15 ribu ton sehari itu tidak ada masalah," ujar Darmin.
Selain itu, Darmin mengatakan, penyebab kenaikan tipis harga beras di Desember 2018 tidak mudah untuk dijelaskan. Menurut dia pencatatan harga beras oleh BPS mengambil beberapa merek sekaligus untuk kemudian dicari rata-ratanya.
"Jadi, persisnya mana yang naik kami juga tidak tahu. Tapi intinya, supaya turun kembali ya berasnya harus dijual yang lebih banyak," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News