RI Ajak Vietnam Periksa Pabrik Mobil di Indonesia
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. (Foto: Medcom.id/Annisa Ayu)
Jakarta: Pemerintah Indonesia menawarkan kepada pemerintah Vietnam untuk melakukan pemeriksaan terhadap pabrik otomotif di Tanah Air.

"Jadi, pabriknya waktu industri proses, mari kita periksa," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 5 Maret 2018, terkait dengan kebijakan proteksi atas ekspor otomotif ke Vietnam.

Ekspor produk otomotif Indonesia ke Vietnam hingga Maret 2018 terhenti karena kebijakan pemerintah Vietnam yang memberlakukan dua per-aturan baru mengenai impor kendaraan bermotor.

Peraturan itu ialah Prime Minister Decree No 116/2017 (Decree on Requirements for Manufacturing, Assembly and Import of Motor Vehicle and Trade in Motor Vehicle Warranty and Maintenance Services) dan Circular No 03/2018 (Regulation on the checking on imported automobiles for technical safety and environmental protection in line with the Decree No 116/2017/ND-CP).

Enggartiasto menjelaskan Indonesia telah mengirim delegasi untuk menyampaikan sejumlah usul atas kebijakan tersebut.Dia menambahkan usulan tersebut akan diterjemahkan ke bahasa Vietnam.

Mendag mengatakan, untuk saat ini setiap pengiriman unit kendaraan diperiksa pemerintah Vietnam. Pemeriksaan dilakukan untuk menguji emisi dan keselamatan yang dilakukan sesuai dengan regulasi pemerintah Vietnam.

Terkait dengan kebijakan proteksi atas otomotif yang dapat berdampak pada nilai ekspor Indonesia itu, pemerintah juga berkoordinasi dengan pihak Jepang sebagai pemegang merek kendaraan yang berproduksi di Indonesia.

Enggar menyampaikan penurunan penjualan kendaraan juga berpotensi terjadi di Thailand yang juga memiliki pabrik produksi kendaraan asal 'Negeri Sakura' itu.

Indonesia telah mengutus delegasi untuk melakukan rangkaian konsultasi teknis dengan pemerintah Vietnam dan asosiasi kendaraan bermotor Vietnam yang terdiri atas perwakilan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, dan Gaikindo.

Delegasi tersebut melakukan pertemuan-pertemuan terpisah dengan Deputy Minister of Industry and Trade Tran Quoc Kanh, Vice Chairman of The Government/Prime Minister Office Nguyen Cao Luc, Deputy Minister of Transport Le Dinh Tho, dan Chairman of Vietnam Automobile Manufacturers Association (VAMA) Toru Konishita.

Deputy Minister Vietnam Le Dinh Tho menyampaikan pada dasarnya VTA yang dimiliki Indonesia telah diterima secara positif oleh Vietnam. Meskipun demikian, masih diperlukan sejumlah penambahan informasi.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengaku pemerintah terus melakukan lobi-lobi agar Vietnam bersedia merevisi aturan tersebut.

Airlangga memahami bahwa kebijakan itu merupakan wewenang dan kedaulatan Vietnam untuk mengatur perekonomian sendiri. Akan tetapi, jika aturan tersebut ternyata bertentangan dengan prinsip perdagangan internasional, Indonesia siap membawa Vietnam ke Word Trade Organization (WTO). (Media Indonesia)

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360