Puluhan Ribu Buruh Tuntut Ikut Pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja. Foto: Dok Istimewa
Puluhan Ribu Buruh Tuntut Ikut Pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja. Foto: Dok Istimewa

Puluhan Ribu Buruh Tuntut Ikut Pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja

Ekonomi buruh Omnibus Law
Husen Miftahudin • 12 Februari 2020 20:48
Jakarta: Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menggeruduk Gedung DPR. Puluhan ribu buruh itu berdatangan dari Bekasi, Bogor, Cikarang, Karawang, Tangerang, dan DKI Jakarta. Mereka menuntut untuk ikut dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja.
 
Selang beberapa lama, perwakilan buruh diterima Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel, Wakil Ketua Komisi IX Sri Rahayu, Anggota Komisi IX Obon Tabroni, dan Rahmat Handoyo. Ada 10 perwakilan KSPSI yang diterima DPR, dipimpin langsung Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.
 
Andi Gani menyampaikan beberapa tuntutan di depan pimpinan DPR. Pertama, meminta dengan tegas unsur buruh untuk masuk ke dalam tim pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami minta unsur buruh masuk dalam tim pembahasan omnibus law karena sejak awal unsur buruh tidak pernah diajak bicara sehingga banyak rumor tidak jelas soal omnibus law," tegas Andi Gani di kawasan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Februari 2020.
 
Menurut Andi Gani, keterlibatan unsur buruh dalam pembahasan RUU Cipta Kerja untuk mengidentifikasi masalah satu persatu. "Bisa berargumentasi dan mengusulkan secara langsung," ujarnya.
 
Andi Gani tak ingin aturan ini nantinya justru merugikan buruh. "Saya mengingatkan pemerintah, masih akan terjadi gejolak di buruh Indonesia," tutur dia.
 
Ia berharap DPR bisa menerima masukan buruh agar bisa terealisasi. Dia juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota KSPSI yang telah melaksanakan aksi unjuk rasa secara damai.
 
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR Sri Rahayu menampung seluruh aspirasi dari para buruh. Sri menjelaskan, penggantian nama RUU Cipta Lapangan Kerja menjadi RUU Cipta Kerja untuk menghindari penyebutan menjadi RUU Cilaka.
 
Usai memberi penjelasan, beberapa pimpinan DPR menemui buruh yang demo di depan Gedung DPR. Sri Rahayu dan Ketua Komisi lX DPR Felly Estelita Runtuwene ikut naik ke mobil komando dan menyapa massa buruh.
 
"Kami pimpinan Komisi IX berjanji akan berjuang bersama buruh terkait Omnibus Law Cipta Kerja," ucap Felly disambut teriakan setuju puluhan ribu buruh.
 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif