Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Medcom.id/ Suci Sedya Utami
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Medcom.id/ Suci Sedya Utami

Sri Mulyani Buka Kemungkinan Suntik PMN untuk Jiwasraya

Ekonomi sri mulyani pmn Jiwasraya
Eko Nordiansyah • 26 Februari 2020 13:14
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membuka kemungkinan menyelesaikan masalah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melalui suntikan penyertaan modal negara (PMN). Namun, rencana penggunaan uang negara untuk Jiwasraya masih menunggu hasil final alternatif penyelesaian oleh Kementerian BUMN.
 
Dirinya menjelaskan Kementerian BUMN merupakan penanggung jawab untuk corporate governance untuk Jiwasraya. Sementara Kementerian Keuangan merupakan ultimate shareholder dalam menyelesaikan kasus gagal bayar perusahaan pelat merah tersebut.
 
"Kita nanti melihat proposal yang sifatnya lebih final, termasuk berbagai kemungkinan. Kalau sampai akan ada intervensi dari ultimate shareholder yakni Kemenkeu dalam bentuk apapun, maka itu masuk ke UU APBN," kata dia di Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski demikian, Sri Mulyani belum memastikan pengunaan uang negara karena UU APBN 2020 tidak menyertakan suntikan modal untuk Jiwasraya. Jika ada anggaran yang harus dialokasikan, maka pemerintah barus bisa menyediakannya dalam UU APBN tahun depan.
 
"Kita akan lihat di UU APBN 2020 kan kita tidak ada masuk pos saat ini, dan kalau masuk ke (APBN) 2021 maka akan kita sampaikan dan akan dibahas dengan dewan sehingga nanti kita dapatkan gambaran yang komplit mengenai what, went, wrong," ungkap dia.
 
Dirinya menambahkan, pemerintah akan melakukan tahap-tahap perbaikan sesuai dengan kesepakatan dengan DPR. Sementara jika melihat situasi yang ada sekarang, maka pemerintah harus menghitung berapa kewajiban yang harus diselesaikan dan berapa kemampuan aset dan ekuitas untuk memenuhi berbagai kewajiban tadi.
 
"Berbagai opsi dilakukan karena skemanya beda-beda, ada insurance biasa, pensiunan biasa, ada unit link yang berikan return besar. Tentu ada treatment dari Kementerian BUMN untuk menciptakan keadilan ke seluruh pemegang polis maupun keuangan negara. Itu harus dibuat seimbang," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif