Wisman Tiongkok. Foto ; Pexels.
Wisman Tiongkok. Foto ; Pexels.

Dampak Penghentian Bebas Visa Warga Tiongkok Tak Besar

Ekonomi Virus Korona tiongkok
Ilham wibowo • 06 Februari 2020 15:50
Jakarta: Keputusan pemerintah untuk menghentikan sementara kebijakan bebas visa bagi warga negara Tiongkok dinilai bisa dilakukan. Langkah pemerintah yang mengedepankan prioritas keamanan ini pun dinilai hanya sedikit sedikit memengaruhi perekonomian Indonesia.
 
"Pasti ada dampak, sekarang itu yang lagi booming orang Tiongkok ke mana-mana, kita ke bandara saja misalnya, yang banyak itu turis Tiongkok," kata Peneliti Indef Abdul Manap Pulungan ditemui di ITS Office Tower, Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Februari 2020.
 
Angka kerugian ekonomi di sektor pariwisata Indonesia terhadap hilangnya Turis asal Tiongkok dinilai tak akan signifikan. Pasalnya, kata Abdul, kebanyakan turis Tiongkok melakukan perjalanan dengan sistem paket serta menggunakan pembayaran yang langsung masuk ke negaranya sendiri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mereka bawa WeChat sendiri, jadi mereka datang ke sini kita tidak dapat apa-apa, mungkin yang kita manfaatkan hanya tiket di bandara saja. Seperti di Bali, dia harus menggunakan WeChat dan di toko yang ditetapkan," ungkapnya.
 
Dampak yang lebih signifikan bisa dirasakan Indonesia yakni pelemahan ekonomi Tiongkok yang akan merembet ke ekonomi global. Minerja ekspor dan impor Tiongkok yang mengalami tekanan cukup dalam akibat virus korona mempengaruhi konsumsi domestik Negara Tirai Bambu itu.
 
"Menurut saya walaupun ada korona pengaruh ke pariwisata enggak signifikan menurut, karena Tiongkok itu kalau dia misalnya wisatawan di sana sudah diset untuk menginap di sini, belanja di sini, bayar pakai WeChat," paparnya.
 
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memastikan seluruh kebijakan yang diambil pemerintah untuk mencegah masuknya virus korona (2019-nCov) ke Tanah Air sudah melalui pertimbangan matang yang mengedepankan kepentingan nasional.
 
"Saya sampaikan bahwa kepentingan nasional kita tetap nomor satu, dinomorsatukan," jelas Jokowi saat ditemui di Istana Negara, Rabu, 5 Februari 2020.
 
Saat ini, pemerintah telah menutup akses bagi warga negara Tiongkok masuk ke Indonesia. Fasilitas bebas visa dan visa on arrival bagi warga 'Negeri Tirai Bambu' pun dihentikan untuk sementara.
 
Bahkan, individu yang tercatat berada di Tiongkok selama 14 hari tidak diperkenankan masuk dan transit ke Indonesia.
 
Selain lalu lintas manusia, pemerintah juga membatasi pergerakan barang. Negara menutup sementara impor produk hewani yang berasal dari Tiongkok. Penerbangan dari dan menuju Tiongkok untuk sementara juga ditiadakan.
 
Presiden juga berkomentar terkait warga negara Indonesia yang positif terjangkit virus korona di Singapura. Ia mengatakan pemerintah akan terus mendampingi proses perkembangan WNI tersebut hingga benar-benar pulih dan bisa dipulangkan.
 
"Ada satu WNI kita di Singapura masih ditangani oleh Singapura dan tentu saja didampingi oleh KBRI. Biar dirampungkan oleh Singapura terlebih dulu," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif