"Jika dibandingkan dengan bulan yang sama di 2014 perolehan devisa tersebut meningkat 4,17 persen, karena saat itu hasil kreativitas seniman patung menyumbangkan USD5,43 juta," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panasunan Siregar di Denpasar, Minggu (10/5/2015).
Sedangkan selama 2014 pengapalan berbagai jenis patung ke pasaran luar negeri itu menghasilkan USD73,24 juta atau menurun 19,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD90,61 juta. Panasunan menambahkan, aneka jenis patung hasil sentuhan tangan-tangan terampil seniman dan perajin Bali itu paling banyak menembus pasaran Amerika Serikat yang menyerap 19,84 persen.
Menyusul pasaran Yunani 4,57 persen, Singapura 13,55 persen, Jepang 2,76 persen, Singapura 0,70 persen, Australia 4,40 persen, Hong Kong 0,55 persen, Prancis 4,77 persen, Spanyol 7,79 persen, Inggris 6,95 persen, dan Belanda 2,20 persen. Sedangkan sisanya 37,69 persen diserap berbagai negara lainnya di belahan dunia, karena karya patung yang dibuat secara manual oleh seniman Bali sangat disenangi konsumen luar negeri.
Seniman Bali mengolah kayu menjadi berbagai jenis patung yang unik dan menarik. Bahkan akar kayu juga diolah menjadi aneka jenis cinderamata yang sangat disenangi wisatawan mancanegara. Perajin Bali sangat kreatif membuat karya patung dalam berbagai bentuk dan ukuran yang cukup disenangi konsumen mancanegara. Dari sekian banyak sentra pengembangan patung di Bali adalah di Kabupaten Gianyar.
Wisatawan mancanegara dalam menikmati liburan di Bali membeli berbagai jenis cinderamata, termasuk patung ukuran kecil sebagai kenang-kenangan pulang ke negaranya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News