Ilustrasi petani rumput laut. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.
Ilustrasi petani rumput laut. Foto: Medcom.id/Suci Sedya Utami.

Ekspor Rumput Laut RI ke Tiongkok Terhambat Korona

Ekonomi Virus Korona rumput laut
Antara • 10 Februari 2020 16:13
Nunukan: Pengiriman atau ekspor rumput laut dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, ke Tiongkok mengalami hambatan sejak awal 2020 akibat merebaknya virus korona di negara itu.
 
"Memang faktor virus korona menyebabkan sampai sekarang tidak ada pengiriman rumput laut ke Tiongkok," sebut Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan Dian Kusumanto di Nunukan, dikutip dari Antara, Senin, 10 Februari 2020.
 
Ia menambahkan, selama merebaknya virus korona ini tidak ada permintaan rumput laut dari pengusaha negara itu. Padahal, lanjut Dian, sebelum ada virus korona biasa ada permintaan setiap bulan dari Tiongkok karena memang ekspor rumput laut dimulai ke negara itu.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurunnya nilai ekspor rumput laut ke Tiongkok, Dian mengakui menyebabkan produksi mengalami penurunan karena harga turut anjlok. Harga rumput laut saat ini di tingkat petani maksimal Rp10 ribu per kilogram (kg).
 
"Virus korona ini sepertinya turut memengaruhi harga rumput laut di Nunukan karena tidak ada permintaan dari pengusaha dari Tiongkok," beber Dian.
 
Ia mengakui harga rumput laut di Kabupaten Nunukan tidak bisa stabil karena banyak dipengaruhi oleh nilai ekspor ke negara lain utamanya Tiongkok dan Korsel yang menjadi negara tujuan.
 
Dian berharap merebaknya virus korona ini cepat berakhir agar pengusaha Tiongkok melakukan permintaan lagi sehingga harga rumput laut secepatnya naik kembali.
 
Salah seorang pembudidaya rumput laut, Basri Daeng Lau membenarkan harga rumput laut jatuh hingga Rp10 ribu per kg atau bahkan ada yang di bawahnya lagi. Penurunan harga ini terjadi sejak Minggu, 9 Februari 2020. Padahal sebelumnya masih berkisar Rp14 ribu per kg.
 
Basri mengatakan tidak tahu penyebab menurunnya harga tersebut karena memang pembelian pengusaha pada kisaran itu tanpa diketahui penyebabnya.
 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif