Ilustrasi Virus Korona. Foto : AFP.
Ilustrasi Virus Korona. Foto : AFP.

Gara-Gara Virus Korona, Harga Sarang Burung Walet Anjlok

Ekonomi Virus Korona Sarang Burung Walet
Antara • 06 Februari 2020 15:58
Sampit: Wabah virus korona baru yang berasal dari Wuhan, Tiongkok, dan menyebar ke sejumlah negara, berimbas terhadap bisnis sarang burung walet karena harga terus merosot, termasuk di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
 
"Sejak kasus Virus korona muncul, harga terus turun. Eksportir terkendala mengekspor sarang burung walet ke Tiongkok karena banyak penerbangan ke Tiongkok ditutup. Selain itu, merebaknya penyakit itu juga berimbas pada tingkat permintaan di sana," kata Ardianur, salah satu pelaku usaha sarang burung walet di Sampit, Kalimantan Tengah, dikutip dari Antara, Kamis, 6 Februari 2020.
 
Dia menggambarkan sekitar 20 hari lalu harga sarang walet jenis mangkok Rp13 juta per kg, sudut Rp9 juta per kg, dan patahan Rp8 juta per kg. Dua hari lalu harga sarang walet sudah turun menjadi jenis mangkok menjadi Rp10 juta per kg, sudut Rp8 juta per kg, dan patahan Rp7 juta per kg. Bahkan hari ini, Ardianur menyebutkan harga kembali turun yakni jenis mangkok Rp10 juta per kg, sudut Rp7 juta per kg dan patahan Rp6 juta per kg.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia khawatir harga terus turun jika pemerintah melarang penerbangan dari Indonesia menuju Tiongkok sehingga ekspor sarang burung walet semakin sulit. Jika itu terjadi, pengusaha akan berpikir panjang untuk membeli sarang walet karena pengiriman ke Tiongkok masih terkendala.
 
"Saya masih membeli sarang burung walet, tapi tidak berani menyimpan stok banyak karena takut harga sewaktu-waktu turun lagi. Bagi saya yang masih skala kecil, kondisi seperti itu bisa membuat rugi. Makanya saat ini kalau saya dapat barang (sarang walet), langsung saya lempar (jual) lagi," kata Ardianur.
 
Hal serupa diungkapkan Wiyono, pelaku usaha sarang burung walet lainnya. Dia mengaku bahwa saat ini harga sarang walet terus turun karena imbas merebaknya virus korona baru di Tiongkok yang berdampak pada sulitnya pengiriman dan menurunnya permintaan.
 
Menurut Wiyono, harga sarang burung walet turun hampir 50 persen dari harga normal. Informasinya, ini karena jadwal penerbangan ke Tiongkok semakin berkurang, padahal konsumen terbesar selama ini dari Tiongkok.
 
"Kami berharap dinas terkait cepat menanggapi masalah turunnya harga sarang burung walet, karena mayoritas di Kotawaringin Timur ini banyak mengandalkan pendapatan dari hasil budidaya sarang burung walet," kata Wiyono.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif