Pantauan Media, harga kebutuhan pokok masyarakat terus melonjak meski Bulog dan Dinas Perdagangan gencar menggelar aksi stabilisasi pangan melalui kegiatan pasar murah.
Kepala Bulog Divre Kalsel, Dedi Supriadi, mengatakan, sesuai rencana pihaknya mendatangkan daging import beku untuk menstabilkan harga daging saat ramadan dan Idul Fitri.
"Daging impor sudah masuk, untuk tahap pertama sebanyak 5 ton dan melihat kondisi permintaan masyarakat," tuturnya dikutip dari Antara, Minggu 4 Juni 2017.
Diakui Dedi, Bulog hanya menjual daging beku yang tentunya berbeda dengan daging segar yang banyak dikonsumsi masyarakat. Stok daging 5 ton ini diperkirakan cukup untuk satu pekan.
Bulog menjual daging import seharga Rp80.000-Rp85.000 per kilogram (kg). Atau jauh dari harga daging sapi segar yang saat ini mencapai Rp140.000 per kg. Sebelumnya Bulog Divre Kalsel juga mendatangkan bawang putih sebanyak 5 ton.
Terkait stabilitasi pangan ini Bulog telah memperkuat stok pangan dengan menambah stok sejumlah komoditas pokok seperti gula ditambah 1.500 ton sehingga ketahanan stok di Kalsel menjadi 3.000 ton. Demikian juga dengan minyak goreng produksi bulog, cabe hingga daging import dan bawang putih masing-masing 5 ton.
Selain itu Bulog juga memperkuat stok pangan beras mencapai 21.000 ton terdiri dari beras premium (siam unus) sebanyak 3.000 ton dan sisanya beras medium sebanyak 18.000 ton.
Sementara Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan Kalsel, Ikhlas mengakui kenaikan harga daging saat ramadhan dan lebaran tidak dapat dihindari.
Namun dirinya menjamin stok daging atau hewan ternak sapi dan ayam di Kalsel mencukupi. Selain stok hewan ternak yang ada di peternak di sejumlah daerah juga lancar perdagangan hewan ternak yang sebagian di datangkan dari luar Kalsel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News