Salah satu Perwakilan Kantor BI Tegal Ferdian mengaku tengah melakukan inisiasi supaya petani Brebes tergugah hatinya untuk kembali berbudi daya bawang merah secara organik. Harapannya akan mengembalikan kesuburan tanah.
"Dengan tanah yang sehat, baik struktur tanahnya maupun unsur kimia yang ada, harapannya budi daya bawang merah di Kabupaten Brebes ini akan berkelanjutan, dan menghasilkan bawang merah yang sehat dan bebas dari pestisida," ujarnya, di sela kegiatan panen perdana bawang merah organik, di Desa Jati Makmur, Kecamatan Songgom, Brebes, Sabtu, 23 September 2017.
Ferdian menjelaskan, saat ini BI memiliki tanah demplot untuk tanaman bawang merah di beberapa titik. Di antaranya Kecamatan Songgom dan Wansari. Masing-masing luasnya mencapai 3.000 dan 1.200 meter persegi.
Namun, untuk di Kecamatan Wanasari belum mulai penanaman, karena musim tanam di wilayah tersebut jatuh di Oktober. BI menilai klusternya yang berada di Kecamatan Songgom dan Wanasari ini memiliki kemampuan untuk berbudi daya bawang merah dengan sistem organik.
"Ini terbukti dan hari ini kluster bawang merah Bank Indonesia Tegal panen pertama kali di Brebes, dan hasil produksinya baik," ungkapnya.
Ketua Gapoktan Harapan Makmur Desa Jati Makmur Jamali mengatakan, sebelum melakukan budi daya bawang merah secara organik harus memperhatikan media tanam. Sebelum dilakukan pengolahan, media tanam harus diberi pupuk kandang atau kompos terlebih dahulu.
"Lebih baik lagi pupuk kandang tersebut difermentasikan sendiri dengan suatu bakteri yang bisa dibuat sendiri atau bisa juga beli di toko," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News