Dirut Bulog Djarot Kusumayakti (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean).
Dirut Bulog Djarot Kusumayakti (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean).

Manajamen Stok Jadi Kendala Penjual Bawang Merah

Gervin Nathaniel Purba • 16 Mei 2016 18:20
medcom.id, Jakarta: Direktur Utama Perum Badan Urusan Logisitik (Bulog) Djarot Kusumayakti mengatakan menjadi pemain bawang merah tidak akan mengalami kesulitan khusus. Sebab bawang merah tidak membutuhkan infrastruktur yang kompleks.
 
"Yang sudah dimiliki Bulog atau Bulog bisa sewa infrastruktur dari BUMN lain, itu sudah cukup," ujar Djarot saat ditemui di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (16/5/2016).
 
Menurutnya, persoalan bawang merah adalah manajamen stoknya. Hal ini disebabkan bawang merah sifatnya bukan tahan lama. Oleh sebab itu perlu ada ketelitian dalam mengatur stok bawang merah.

Mengenai operasi pasar bawang merah, Djarot mengatakan bawang merah tersebut akan digelontorkan di beberapa titik pasar induk, seperti Pasar Induk Kramatjati. Tidak hanya itu, bawang merah tersebut juga akan disuplai ke Toko Tani Indonesia (TTI) dan toko retail.
 
"Ada beberapa tahap sampai harga turun dan pasti ada biaya untuk membelinya," tutur Mantan Direktur UMKM BRI itu.
 
Dalam menjalankan operasi pasar tersebut, Djarot menegaskan pihaknya selalu mendapatkan dukungan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Selain itu, dalam operasi pasar kali ini, Bulog juga dibantu oleh PT Bhanda Ghara Reksa (Persero).
 
"Tentu didukung Kementerian BUMN," pungkasnya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan