Penasehat Keuangan Janus ID Dwita Ariani (Foto: Metro TV)
Penasehat Keuangan Janus ID Dwita Ariani (Foto: Metro TV)

Perempuan Harus Miliki Kecerdasan Finansial

Angga Bratadharma • 05 Mei 2016 14:44
medcom.id, Jakarta: Suami dan istri harus memiliki perencanaan keuangan yang arah dan tujuannya sama sehingga pencapaiannya bisa segera mudah terjadi. Bahkan, seorang istri harus memiliki kecerdasan secara finansial agar bisa mendukung keluarga mencapai kemapanan finansial.
 
Penasehat Keuangan Janus ID Dwita Ariani menjelaskan, suami dan istri yang menggabungkan pendapatannya untuk dikelola terbilang lebih baik bila dibandingkan dengan mengelola masing-masing. Sebab, arah dan tujuan yang hendak dicapai sejalan dan tidak ada perbedaan yang signifikan. Hasil yang didapatkan pun bisa lebih maksimal.
 
"Sebenarnya tergantung dari budaya di rumah. Tapi, kalau biasanya menggabungkan pendapatan milik suami dan istri untuk dikelola itu bagus. Karena tujuannya sejalan, apalagi ada risiko dari rumah tangga," kata Dwita, dalam sebuah acara di Metro TV, Jakarta, Kamis (5/5/2016).

Pada titik ini, Dwita menegaskan, seorang istri harus bisa mandiri secara finansial. Kemandirian itu penting dimiliki agar bisa mendukung jika sewaktu-waktu datang risiko yang tidak diinginkan kepada kepala keluarga atau suami.
 
"Kalau terjadi sesuatu pada suami apapun itu, misalnya, sakit dan berhenti kerja maka sebagai perempuan harus bisa menghidupi anak. Pada sisi feminisme sisihkan untuk diri sendiri dan anak, itu penting. Perempuan harus cerdas secara finansial dan harus belajar berinevstasi untuk masa depan," tuturnya.
 
Pada sisi lain, Dwita menambahkan, untuk mencapai kemapanan finansial dan menekan risiko finansial sedemikian rupa maka sebuah rumah tangga harus bisa memprioritaskan investasi di awal. Apabila prioritas ini sudah terjadi maka masa pensiun bisa dinikmati dengan baik tanpa harus kesusahan dan kesulitan dari sisi keuangan.
 
"Kalau belum pernah berinvestasi maka belajar menyukai agar senang berinvestasi. Jadikan prioritas di awal. Misalnya pendapatan Rp1 juta per bulan maka kita selaraskan dengan Rp1 juta untuk hidup. Kalau prioritas investasi di awal maka sisanya bisa di manage. Jadi, penting investasi untuk masa pensiun. Harus dipersiapkan sedini mungkin dan sekuat tenaga," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan