"Orang Manado tidak bisa makan tanpa cabai setiap harinya, apalagi menghadapi hari raya keagamaan pasti akan membutuhkan lebih dari kondisi normal," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut Peter Jacobs, seperti dikutip dari Antara, di Manado, Senin (23/5/2016).
Peter menyatakan pihaknya terus memantau pergerakan harga Cabai rawit di Sulut. Sebab satu di antara bumbu dapur tersebut jika mengalami kenaikan yang cukup tinggi akan membuat inflasi tinggi.
"Sudah empat bulan terakhir ini Sulut mengalami deflasi. Hal ini tentunya harus dijaga dengan baik," ujarnya.
Dia mengatakan satu di antara yang dilakukan untuk menjaga harga cabai rawit adalah dengan menjaga stok di pasaran melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). "Sebab harga akan naik jika pasokan berkurang. Untuk itu harus dijaga ketersediaannya dari daerah asal," ungkapnya.
Selama ini pasokan cabai rawit di Sulut berasal dari Minahasa dan Gorontalo karena kualitas yang cukup bagus berasal dari Gorontalo karena kadar airnya yang cukup rendah, sehingga daya tahannya lebih lama dibandingkan dengan daerah lain. Karenanya masyarakat banyak yang memilih cabai rawit asal provinsi tersebut.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindah) Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memperkirakan kebutuhan daging sapi menjelang Ramadan 1437 Hijriah di daerah itu akan meningkat sekitar 220 persen.

Seorang pedagang menata daging sapi
"Kebutuhan daging sapi menjelang Ramadan tahun ini akan meningkat 220 persen dari 410 ton menjadi 810 ton," jelas Sekretaris Disperindag Sulut Darwin Muksin, seperti dikutip dari Antara.
Dia mengatakan biasanya kebutuhan daging sapi setiap bulan oleh masyarakat Sulut hanya 410 ton tapi menghadapi Ramadan 1437 Hijriah diperkirakan menjadi 810 ton. "Semua kebutuhan daging tersebut diproduksi oleh peternak lokal tanpa harus memasok dari luar daerah," jelasnya.
Darwin menambahkan, peternakan sapi di Sulut cukup untuk memenuhi peningkatan kebutuhan di Sulut menghadapi Ramadan sehingga tidak perlu memasok dari luar daerah. "Apalagi, masyarakat yang merayakan Idul Fitri 1437 Hijriah di Sulut tidak sebanyak yang merayakan Natal," kata Darwin.
Saat ini, harga daging sapi di sentra perdagangan Kota Manado Provinsi Sulut berada di kisaran Rp97.500 per kilogram. Sejumlah masyarakat yang hendak merayakan Lebaran 2016 berharap harga daging sapi bisa turun lagi.
"Harga daging sapi di kisaran Rp97.500 per kilogram hingga Rp100.000 per kg, masih dirasa sangat mahal," kata Irna, warga Singkil Kota Manado, seraya berharap pemerintah memberikan perhatian karena jika harga daging sapi tinggi akan membebani biaya atau belanja warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News