BNI Syariah implementasikan program Bike to Work. FOTO: BNI Syariah
BNI Syariah implementasikan program Bike to Work. FOTO: BNI Syariah

BNI Syariah Implementasikan Program Bike to Work

Ekonomi bni syariah
Angga Bratadharma • 17 September 2019 09:20
Jakarta: Dalam rangka menerapkan SDGs, BNI Syariah gencar melakukan green activity sebagai upaya mengajak masyarakat mewujudkan gaya hidup hasanah atau hasanah lifestyle. Salah satu yang dilakukan adalah dengan melakukan implementasi program Bike to Work.
 
"Program ini merupakan bagian dari upaya mengurangi polusi dan mendukung program pemerintah mengenai keuangan berkelanjutan," kata SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi, seperti dikutip dari keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Selasa, 17 September 2019.
 
Selain mengimplementasikan Bike to Work, BNI Syariah mendukung kegiatan Jambore Sepeda Lipat Nasional (Jamselinas IX 2019) Palembang, diselenggarakan di Jakabaring Sport City, Palembang dan diikuti sekitar 2.000 peserta dari seluruh Indonesia dan tamu undangan dari negara Malaysia dan Singapura.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hadir dalam acara ini, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Deputy Regional Head Wilayah Barat BNI Syariah Asep Mulyadi. Dalam kegiatan ini BNI Syariah menyediakan 10 Tabungan iB Hasanah senilai masing-masing Rp1 juta dan grandprize berupa tabungan umrah senilai Rp15 juta.
 
Adapun Jamselinas merupakan wadah untuk mengkampanyekan penggunaan sepeda terutama sepeda lipat sebagai alat tranportasi yang sehat dan ramah lingkungan serta mudah dibawa. Dalam ajang ini, peserta bersepeda menempuh jarak 42 km dengan rute Jakabaring Sport City (JSC)–Plaju-Jembatan Musi IV-Museum Bala Putra Dewa–BKB dan kembali ke JSC.
 
Sebelumnya, BNI Syariah membukukan aset sebesar Rp42,49 triliun dan laba bersih sebesar Rp315,27 miliar hingga kuartal II-2019. Adapun laba tersebut disokong oleh ekspansi pembiayaan yang sehat dan rasio dana murah yang optimal. BNI Syariah siap mengoptimalkan kinerja agar pencapaian bisnis bisa lebih baik lagi hingga akhir tahun.
 
Per Juni 2019, menurut Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, BNI Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp31,66 triliun, tumbuh 26,03 persen atau sebesar Rp6,54 triliun (yoy) dengan komposisi pembiayaan yang seimbang dengan segmen konsumer berkontribusi sebesar Rp14,53 triliun atau menyumbang 45,90 persen.
 
"Diikuti segmen komersial sebesar Rp9,14 triliun (28,88 persen), segmen kecil dan menengah Rp5,94 triliun (18,77 persen), segmen mikro Rp1,69 triliun (5,34 persen), dan hasanah card Rp352,61 miliar (1,11 persen)," kata Firman.
 
Dalam menyalurkan pembiayaan, BNI Syariah berusaha menjaga kualitas seiring dengan komitmen bank mencanangkan quality growth pada tahun ini. Komitmen menjaga kualitas pembiayaan ini ditunjukkan dengan rasio Non Performing Financing (NPF) BNI Syariah sampai Juni 2019 sebesar 3,03 persen.
 
"Dengan tetap menjaga tingkat pencadangan pembiayaan yang memadai yakni coverage ratio di angka 91,39 persen," pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif