Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Medcom/Ilham Wibowo.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Medcom/Ilham Wibowo.

Protokol Amandemen GR-IJEPA Ditargetkan Selesai Akhir 2019

Ekonomi indonesia-jepang
Ilham wibowo • 01 Juli 2019 19:29
Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Jepang sepakat melanjutkan negosiasi protokol amandemen General Review Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (GR-IJEPA). Realisasi penyelesaian ditargetkan rampung akhir 2019.
 
Kesepakatan tersebut ditegaskan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita saat mendampingi Presiden Joko Widodo saat bertemu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Osaka, Jepang, pada Jumat 28 Juni 2019.
 
Pada pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara meminta para delegasi menyelesaikan protokol amandemen sesuai hasil rekomendasi. Selain itu, kedua pemimpin berkomitmen menyelesaikan perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Konfirmasi penyelesaian GR-IJEPA oleh pemimpin kedua negara merupakan hal yang sangat penting dan simbolis bagi hubungan perdagangan. Oleh karena itu, saya sangat senang sekaligus bangga bahwa kedua Pemimpin, di tengah kesibukan menghadiri KTT G20 memberikan konfirmasi bahwa GR-IJEPA telah selesai,” ujar Mendag melalui keterangan resmi, Senin, 1 Juli 2019.
 
Mendag menyampaikan kedua negara telah menyepakati pengumuman penyelesaian GR-IJEPA akhir Juni 2019 dengan menghasilkan beberapa rekomendasi. Bagi Indonesia penyelesaian GR-IJEPA menunjukkan semakin pentingnya negara-negara di dunia untuk saling mempererat hubungan ekonomi mereka di tengah-tengah friksi dagang yang dihadapi dunia saat ini.
 
Ia juga mengungkapkan bahwa GR-IJEPA mencakup isu-isu perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, pergerakan tenaga kerja (MNP), kerja sama, pengadaan barang/jasa pemerintah, ketentuan asal barang, perbaikan iklim berusaha, dan kekayaan intelektual.
 
Cakupan perjanjian yang komprehensif dinilai penting dalam menunjukkan bahwa kedua negara memiliki tekad bersama untuk mengangkat hubungan ekonomi ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini pun akan mendorong proses modernisasi perekonomian Indonesia dan Jepang, mengingat kedua negara dapat saling melengkapi sehingga dapat menjadi mitra yang saling menguntungkan.
 
Selain akses pasar di bidang barang dan jasa, salah satu manfaat yang ingin dicapai dari IJEPA adalah kerja sama sektor industri melalui New Manufacturing Industry Development Center (New MIDEC). "Misalnya di bidang otomotif, elektronik, industri makanan minuman, tekstil, serta
program lainnya yang saling menguntungkan,” kata Mendag.
 
Direktur Perundingan Bilateral, selaku Alternate Ketua Perunding Indonesia untuk GR-IJEPA Ni Made Ayu Marthini menambahkan, delegasi Indonesia dan Jepang berkomitmen menyelesaikan perubahan protokol hasil peninjauan sebelum akhir 2019.
 
“Delegasi kedua negara berkomitmen untuk menyelesaikan amandemen protokol tahun ini karena telah ditunggu oleh para pelaku usaha kedua negara untuk mendorong perdagangan dan investasi antara Jepang dan Indonesia,” ucapnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif