Pabrik mobil Esemka di Boyolali, Jawa Tengah. FOTO: dok Kemenperin.
Pabrik mobil Esemka di Boyolali, Jawa Tengah. FOTO: dok Kemenperin.

Pabrik Esemka Diharapkan Serap Banyak Tenaga Kerja

Ekonomi Mobil Esemka
Nia Deviyana • 06 September 2019 19:35
Jakarta: Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ada efek berganda bagi perekonomian dari diresmikannya pabrik mobil Esemka di Boyolali, Jawa Tengah.Contohnya, kata Airlangga, seperti penyerapan tenaga kerja baru.
 
"Pada tahap awal akan menyerap 300 tenaga kerja untuk satu shift. Kalau kapasitasnya nanti bertambah, tentu bertambah juga jumlah tenaga kerjanya. Ini untuk tenaga kerja lokal," ujar Airlangga melalui keterangan resminya, Jumat, 6 September 2019.
 
Pabrik Esemka yang dikelola PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) yang berperan sebagai pemegang merek, dibangun di lahan seluas 12.500. Airlangga memproyeksi industri otomotif di Indonesia ke depannya terus ekspansif seiring peningkatan investasi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apalagi, bagi mereka yang menghasilkan produk di bawah Rp200 juta, seperti PT SMK ini dinilai punya peluang bisnis yang prospektif.
 
"Dengan harga tersebut, menjadi sarana migrasi bagi para pemilik motor yang ingin memiliki mobil pertama kali. Apalagi, PT SMK ini kan menghasilkan jenis pikap, yang dapat menunjang produktivitas. Nah, seperti jenis komersial ini, dilihat juga yang penting itu kapasitas muatan isinya. Artinya, semakin bisa menampung banyak muatannya, potensi lakunya tinggi,” paparnya.
 
Airlangga menyampaikan, industri otomotif merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang diprioritaskan agar mampu berdaya saing global berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0.
 
"Kami juga dorong peran dari industri komponennya, sehingga terbentuk rantai pasok terintegrasi," jelasnya.
 
Dalam proses produksinya, PT SMK berkomitmen untuk mengoptimalkan penggunaan komponen lokal. Ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) bersama Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) pada Agustus 2019 lalu di Jakarta.
 
Airlangga mengemukakan banyak industri komponen kendaraan di dalam negeri telah menjadi bagian dari pemasok rantai nilai global. Secara nasional, saat ini terdapat 1.500 perusahaan komponen otomotif di Indonesia yang terbagi dalam Tier 1, Tier 2 dan Tier 3 yang tersebar di seluruh Indonesia terutama di provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
 
Kekuatan industri otomotif di Indonesia juga terlihat dari capaian ekspor produk otomotif dan komponennya yang terus menunjukkan peningkatan. Pada 2018, ekspor CBU sebanyak 265 ribu unit, kemudian CKD sekitar 82 ribu set, serta komponen lebih dari 86,6 juta pieces.
 
"Nilai ekspor komponen kita sudah menembus hingga USD2,1 miliar. Artinya, struktur dari sektor ini sudah cukup dalam. Contohnya, ekspor untuk ban kendaraan sekitar USD1,2 miliar. Selain itu, untuk sasis, kaca, dan kursinya sudah bisa diproduksi di dalam negeri. Jadi, industri baja dan plastik kita sudah mampu kompetitif," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif