Gedung Parlemen. FOTO: MI/SUSANTO
Gedung Parlemen. FOTO: MI/SUSANTO

DPR Bentuk Panja Permodalan Bank Muamalat

Ekonomi bank muamalat
Antara • 19 November 2019 11:01
Jakarta: Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) akan membentuk panitia kerja (panja) untuk menyelesaikan permasalahan permodalan dari bank syariah tertua di Indonesia yakni PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Pembentukan panja diharapkan bisa segera menyelesaikan persoalan tersebut secara tuntas.
 
Ketua Komisi XI DPR Dito Ganinduto usai rapat tertutup dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan ada beberapa skema penyelesaian masalah Muamalat. Namun, dia enggan membeberkan skema itu karena belum bersifat final.
 
Dia hanya menjamin permasalahan Muamalat akan teratasi sehingga nasabah tidak perlu panik. "Kita akan panggil pemegang sahamnya, auditornya. Kita akan bahas keuangannya," ujar Dito, yang memimpin Komisi Keuangan dan Perbankan itu, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Selasa, 19 November 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dito menekankan DPR dan pemerintah terus mengawasi penyelesaian masalah Bank Muamalat. "Kepada nasabah dan masyarakat supaya tenang saja. Tidak usah ada yang dikhawatirkan. Tabungan sudah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)," ujar dia.
 
Dito berjanji akan membentuk Panja Muamalat dalam waktu dekat. Selain untuk Muamalat, panja tersebut juga akan dibentuk untuk persoalan permodalan dan likuiditas yang mendera PT Asuransi Jiwasraya dan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912.
 
Rapat tertutup antara Komisi XI DPR dan OJK berlangsung hingga empat jam pada Senin siang hingga petang. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso usai rapat tertutup tersebut tidak memberikan komentar sedikitpun meski dicecar banyak pertanyaan oleh awak media.
 
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana juga memilih irit berkomentar. Dia hanya mengatakan Komisi XI DPR meminta OJK untuk segera mempercepat masuknya investor ke Muamalat. "Pokoknya diminta untuk mempercepat investor masuk ke sana. Sudah segitu dulu," kata Heru.
 
Muamalat, bank syariah di Indonesia, sedang berusaha untuk meningkatkan kapasitas permodalan. Bank tersebut baru saja mengumumkan rencana Penawaran Umum Terbatas IV dengan hak memesan efek terlebih dahulu. Dalam keterbukaan informasi di situs resminya, Bank Muamalat berencana menerbitkan 32,96 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per lembar.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif