Kemenaker dan AWS (Amazon Web Services) bekerja sama terkait pelatihan cloud computing (komputasi awan) bagi instruktur di Balai Latihan Kerja (Foto:Dok.Kemenaker)
Kemenaker dan AWS (Amazon Web Services) bekerja sama terkait pelatihan cloud computing (komputasi awan) bagi instruktur di Balai Latihan Kerja (Foto:Dok.Kemenaker)

Instruktur BLK Kemenaker Dilatih Cloud Computing

Ekonomi berita kemenaker
Gervin Nathaniel Purba • 16 Juli 2019 18:16
Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) dan AWS (Amazon Web Services) bekerja sama terkait pelatihan cloud computing (komputasi awan) bagi instruktur di Balai Latihan Kerja (BLK) Unit pelaksana Teknis Pusat (UPTP) dan milik pemerintah daerah.
 
Pada 2019, ditargetkan 100 instruktur akan dilatih dan 300 instruktur pada 2020, sehingga total yang akan dilatih sebanyak 400 instruktur. Hanif mengapresiasi AWS atas terselenggaranya pelatihan bagi instruktur di BLK.
 
"Diharapkan instruktur-instruktur BLK ke depannya akan bisa terus beradaptasi dengan perkembangan dunia digital yang inovatif, untuk meningkatkan nilai produktivitas," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri, di Jakarta, Selasa, 16 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini, perkembangan teknologi dan informasi di Indonesia kian masif, terutama dari segi penggunaannya. Oleh karena itu, para instruktur di BLK wajib memiliki keahlian khusus, termasuk menguasai cloud computing.
 
Cloud computing merupakan teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat pengelolaan data dan aplikasi. Pengguna komputer diberikan hak akses (login). Penerapan komputasi awan saat ini sudah dilakukan oleh sejumlah perusahaan IT terkemuka di dunia.
 
Hanif menyebutkan bahwa saat ini para peserta pelatihan di BLK perlu dibekali pelatihan-pelatihan seperti pelatihan digital (digital skill). Hal tersebut sangat penting guna mendukung produktivitas dari segi perekonomian masyarakat Indonesia.
 
"Paradigma dalam melihat masa depan terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM) telah berubah. Maka dari itu, pengembangan digital skill menjadi sangat penting agar bisa dimanfaatkan guna keperluan produktif," kata Hanif.
 
Hanif juga mengajak para stakeholder lain agar terus mendukung pemerintah Indonesia dalam mengembangkan SDM yang kompeten. Untuk itu, pemerintah membuka diri dan memberikan fasilitas bagi industri dan investor untuk bersama-sama mendukung hal ini.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif