Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu Artanti

Kadin Dorong KEK Jadi Ujung Tombak Pariwisata

Ekonomi pertumbuhan ekonomi ekonomi indonesia kawasan ekonomi khusus
Antara • 11 Oktober 2019 15:01
Jakarta: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dapat menjadi ujung tombak bagi pertumbuhan industri manufaktur dan pariwisata. Hal itu dengan harapan bisa mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.
 
"KEK ini banyak insentif fiskal maupun kemudahan berusaha, sehingga membuat KEK menjadi sangat-sangat menarik dan menjadi ujung tombak manufaktur dan pariwisata," kata Rosan, di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 11 Oktober 2019.
 
Rosan menjelaskan pembangunan KEK mempunyai manfaat melahirkan pusat pertumbuhan baru di daerah karena dapat menciptakan lapangan kerja serta menekan tingkat kesenjangan antara Jawa dan luar Jawa.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karena itu, ia mengharapkan, adanya komitmen bersama antara pemerintah dan dunia usaha untuk menghilangkan berbagai hambatan dalam pengembangan KEK, seperti multitafsir terhadap regulasi yang ada, agar investasi di KEK makin meningkat.
 
"Kami melakukan sosialisasi kepada anggota dan dunia usaha, termasuk calon investor agar memahami bahwa investasi di KEK benar-benar investasi yang cepat, mudah, dengan perizinan lebih jelas. Koordinasi dengan k/l terkait juga dilakukan agar yang tidak efisien bisa berkurang," ujarnya.
 
Menurut Rosan pembenahan dalam iklim berusaha untuk pengembangan KEK menjadi penting karena Indonesia harus mencari peluang dari tingginya tensi perang dagang apalagi negara-negara lain sudah melakukan reformasi dengan hasil yang memadai.
 
"Kita ingin kebijakan yang benar-benar friendly dan simplified untuk meningkatkan iklim investasi, karena kenyataannya kita tertinggal dari negara-negara lain. Mereka terus mereformasi kebijakan dan melakukan penyempurnaan agar kemudahan berusaha dan daya saing meningkat," katanya.
 
Pemerintah menargetkan 17 KEK terbentuk pada akhir 2019 sesuai sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Saat ini, baru 10 KEK yang telah beroperasi sepenuhnya, karena tiga KEK masih dalam tahap pembangunan dan empat KEK baru dalam tahap penetapan.
 
Sebanyak 13 KEK sudah diresmikan pemerintah yang delapan di antaranya bergerak dalam industri pengolahan dan lima sektor pariwisata. Hingga Oktober 2019, komitmen investasi di seluruh KEK yang tersebar di pelosok Tanah Air telah mencapai Rp85,3 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 8.686 orang.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif