Dua orang teknisi sedang memeriksa sistem bitcoin, mata uang digital yang berbasis teknologi blockchain. (FOTO: AFP)
Dua orang teknisi sedang memeriksa sistem bitcoin, mata uang digital yang berbasis teknologi blockchain. (FOTO: AFP)

Penggunaan Blockchain Bisa Cegah Pencucian Uang

Ekonomi Blockchain
23 November 2018 11:16
Jakarta: Perkembangan teknologi digital dapat dimanfaatkan berbagai bidang, termasuk aktivitas ekonomi. Contohnya, dalam hal bertransaksi.
 
Sekarang hal itu bisa dilakukan hanya dalam beberapa detik dengan sentuhan jari. Semua teknologi pendukung itu ialah dasar dari sistem blockchain yang kerap digunakan mata uang digital.
 
Vice Chairman Blockchain International Hanri Morgan menerangkan bahwa blockchain bukanlah hal yang baru lantaran mengadopsi kemampuan teknologi yang sudah ada, melainkan ditambahkan elemen penyempurnaan sehingga sistem tersebut menjadi sangat aman.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam implementasinya, blockchain memang tidak bisa dipisahkan dari sistem teknologi keuangan. Bagi Indonesia, penerapan blockchain diyakini akan memberikan banyak manfaat baik untuk pemerintah serta masyarakat. Sistem blockchain akan membantu menghubungkan belasan ribu pulau di Tanah Air dan mendukung transaksi antarpulau dengan lebih efisien.
 
Namun, sayangnya, pemerintah dirasa belum serius dalam mengembangkan sektor tersebut sebagai sebuah kekuatan baru di masa depan. Henri mengatakan, sistem blockchain akan banyak membantu pemerintah dalam hal penerapan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan. Sistem tersebut dapat diandalkan sebagai instrumen pengawas serta pengendali sehingga evaluasi dapat dilakukan dengan baik.
 
"Kalau kita bicara finance, keamanan kita masih dipertanyakan. Ambil satu contoh, Bank Indonesia. Berapa banyak BI bisa menemukan uang palsu? Atau seberapa tepat mereka bisa mengikuti peredaran uang? Ketika saya mengambil uang di bank, itu tercatat. Tetapi, malamnya saya lupa, ada uang yang ikut tercuci di mesin cuci. Secara fisik, uang itu sudah rusak, hilang, tetapi di BI masih tercatat. Itu berbahaya," jelas Henri di Kantor Media Group, Jakarta, Kamis, 22 November 2018.
 
Dengan blockchain, ke mana pun arus uang mengalir, bank sentral akan mampu mendeteksi. Dengan begitu, tindak-tindak kejahatan, seperti korupsi, pencucian uang, dan pendanaan terorisme akan bisa dicegah. (Media Indonesia)
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif