Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Mengelola THR Agar Tak Langsung Habis

Ekonomi tunjangan hari raya tips keuangan
Annisa ayu artanti • 15 Mei 2019 18:16
Jakarta: Tunjangan Hari Raya (THR) adalah salah satu hal yang ditunggu-tunggu saat bulan Ramadan. Namun sayang, kerap kali dana THR tersebut habis begitu saja tanpa berbekas.
 
Masyarakat Indonesia cenderung lebih konsumtif saat bulan Ramadan. Mulai dari menggelar kegiatan buka bersama, membeli pakaian, rekreasi, hingga pulang kampung. Tentunya pengeluaran dana untuk kebutuhan tersebut dikeluarkan dalam satu waktu.
 
Padahal bila dikelola dengan baik, THR justru bisa menjadi modal untuk menggandakan uang. Berikut ada sembilan langkah mengelola THR dari Perencanaan Keuangan Nahla Coaching Firm Reni K Ashuri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dana yang Tak Wajib Dihabiskan
 
Pertama, mantapkan dalam hati bahwa THR bukanlah dana yang wajib dihabiskan. Kemantapan dari hati ini akan menjadi batasan sesorang dari sifat konsumtif di Ramadan dan hari raya.
 
Alat Memenuhi Tujuan Keuangan
 
Karena THR bukan dana yang wajib untuk dihabiskan, menurut Reni THR seharusnya bisa digunakan sebagai alat untuk memenuhi tujuan keuangan. Sebab, setiap orang pasti membutuhkan pendanaan di masa depan. THR ini bisa menjadi modal pertama.
 
"THR bisa digunakan untuk investasi di masa depan," kata Reni saat ditemui dalam buka bersama dengan BNP Paribas, Selasa sore, 15 Mei 2019.
 
Atur Mindset
 
Setelah memantapkan hati dan menyisihkan untuk investasi, seseorang juga harus mengatur pola pikir supaya THR dikelola dengan baik dan tidak mubazir. Reni menyontohkan sebagian besar masyarakat Indonesia sering kali kebobolan pendanaan untuk alokasi mudik dan tamasya.
 
"Caranya buat daftar pengeluaran hari raya tahun lalu. Catat yang benar-benar kebutuhan. Sehingga bisa disimpan, 70-80 persen yang digunakan," jelas dia.
 
Review Pengeluaran Hari Raya Tahun Lalu
 
Membandingkan dengan pengeluaran hari raya tahun lalu adalah suatu hal yang tepat. Reni mengatakan, dengan begitu kita bisa memilah mana yang benar-benar perlu dan tidak. Dari membandingkan pengeluaran tahun lalu itu, Anda juga bisa memperoleh data mengenai data kebutuhan dan keinginan.
 
"Perhatikan biaya mudik, tamasya, dan oleh-oleh. Ini budget yang sering bengkak. Dan hindari utang," ujar dia.
 
Catat Keperluan Prioritas dan Kewajiban
 
Seyogyanya, pada saat menerima THR hari raya tidak semua dikeluarkan untuk menyenangkan pribadi atau berfoya-foya. Ada pos-pos pengeluaran yang memang wajib dialokasikan pada bulan Ramadan. Jangan lupa mengeluarkan sebagian dari THR untuk zakat, amal, dan kewajiban memberikan sesuatu kepada orangtua.
 
Buat Daftar Kebutuhan Penting di Hari Raya
 
Agar tidak boros dan Lebaran menjadi lebih tenang, lanjut Reni, perlu membuat daftar barang-barang yang akan dibeli. Jangan sampai membeli barang yang tidak perlu dengan tujuan pamer.
 
Pasalnya, tahun lalu Badan Pusat Statistik (BPS) pernah menyatakan Lebaran terkadang menjadi ajang pamer sehingga menyebabkan inflasi Mei naik.
 
"Pastikan pengeluaran dana tersebut tidak bertentangan dengan syariat, menjadi berlebihan atau riya," ucap dia.
 
Anggaran Mudik Tersedia
 
Lebih lanjut, Reni menuturkan, bagi masyarakat yang akan mudik ke kampung halaman harus memastikan bahwa anggaran mudik tersebut tersedia. Reni mengimbau untuk tidak berutang untuk memaksakan mudik padahal tidak memiliki pendanaan cukup.
 
Belanja dan Tamasya Boleh, Asal Tidak Ngutang
 
Perhatikan keinginan tambahan lain saat mudik seperti tamasya serta membeli oleh-oleh. Reni juga menegaskan, jangan mengeluarkan uang untuk hal-hal yang mengada-ada dan hindari berutang jika dana tidak mencukupi.
 
Buat Perencanaan THR Tahun Depan
 
Terakhir, sebaiknya mulai dari sekarang merencanakan penggunaan dana THR untuk tahun depan. Selain bisa melakukan estimasi lebih awal, waktu yang cukup lama hingga tahun depan bisa dilakukan untuk menabung. Sehingga dana THR tahun depan bisa sepenuhnya dialokasikan untuk investasi.
 
"Buatlah perencanaan THR untuk tahun depan. Cek berapa biaya THR tahun ini. Kemudian, satu tahun menabung untuk kebutuhan Ramadan dan Lebaran tahun depan. Jadi THR tahun depan untuk investasi," tukas dia.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif