Ilustrasi (MI/Bagus Suryo)
Ilustrasi (MI/Bagus Suryo)

Belum Semua Perusahaan Tekstil Siap Terapkan Industri 4.0

Ekonomi industri tekstil Revolusi Industri 4.0
04 Januari 2019 12:02
Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat menyebut belum semua industri tekstil siap menerapkan Revolusi Industri 4.0. Meski demikian, penerapan tersebut sangat diperlukan dalam rangka menjaga daya saing dan tidak terlibas oleh perkembangan zaman.
 
"Tergantung kondisinya. Untuk Karawang dan Bogor itu sudah keharusan. Kalau di Jawa Tengah itu belum memungkinkan, karena padat modal dan tenaga kerja," kata Ade, saat dihubungi di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 4 Januari 2019.
 
Menurut dia para pengusaha mempertimbangkan banyak hal dalam menerapkan Industri 4.0, salah satunya adalah permodalan. "Semua berhitung investasi berapa, tenaga kerja berapa, selama lima tahun ke depan bagaimana, harus cermat," ujar Ade.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menilai jumlah industri tekstil yang telah menerapkan Revolusi Industri 4.0 saat ini baru sekitar kurang dari 10 persen. Industri tekstil merupakan satu dari lima sektor industri yang diprioritaskan untuk menerapkan program Making Indonesia 4.0.
 
Adapun empat sektor lainnya yang juga menjadi prioritas yakni industri otomotif, industri elektronika, industri makanan dan minuman, serta industri kimia.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi