Ingin Terbang, Merpati hanya Bisa Main di Timur Indonesia

15 November 2018 04:53 WIB
merpati sekarat
Ingin Terbang, Merpati hanya Bisa Main di Timur Indonesia
Illustrasi. MI/Panca Syaukarni.
Jakarta: Pengamat penerbangan Arista menilai maskapai bermerek Merpati Airlines bisa mengudara kembali jika menyasar wilayah timur Indonesia. Dengan memanfaatkan model pesawat kecil, Merpati mampu melayani rute-rute penerbangan yang tidak bisa dilalui oleh pesawat besar.

"Dulu itu Merpati pemain kuat di timur Indonesia seperti Papua dan Maluku. Kalau dia kembali ke situ dengan pesawat yang dia punya, dia kan spesialis pesawat baling-baling, ya dia bisa," kata Arista saat dihubungi Medcom.id di Jakarta, Rabu, 14 November 2018.

Menurutnya, persaingan di lingkup penerbangan perintis tidak begitu ketat. Sebab, Indonesia baru memiliki  Nam Air, Wings Air, Aviastar, Trigana Air, Susi Air dan beberapa pesawat perintis milik maskapai nasional lainnya.

Sementara itu, peluang penerbangan di timur Indonesia masih begitu besar mengingat kondisi wilayahnya yang cenderung berbukit sehingga sulit dijangkau dengan menggunakan transportasi darat maupun pesawat besar.

"Kedua, sebelum berhenti beroperasi nama dia cukup bagus. Kalau ada peluang satu itu, pesawat yang tepat dan marketnya tepat. Kalau dia mengingkari semua, banyak gagalnya nanti," ungkap dia.

Jika Merpati beralih ke segmen komersil maka ia akan beririsan dengan market Citilink, Lion, Batik Air, Sriwijaya dan Garuda Indonesia. Bisa dipastikan BUMN penerbangan itu bakal bangkrut dalam waktu yang tidak lama.

"Kalau misalnya beralih bidikan marketnya ke segmen lain terus dia engga main di Indonesia timur bakal banyak gagalnya," pungkas dia.

Sebelumnya, keinginan Merpati untuk terbang kembali terkendala izin Kementerian Keuangan. Pasalnya, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur sudah memutuskan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) tidak pailit atau tetap bisa mengudara.

Alasan Kementerian Keuangan menangguhkan usulan restrukturisasi cukup beralasan karenapara investor yang ingin masuk dinilai belum kredibel untuk memberikan suntikan dana kepada Merpati.

Misalnya, PT Intra Asia Corpora yang bersedia mengucurkan modal hingga Rp6,4 triliun memiliki rekam jejak kurang bagus. Ia pernah bangkrut saat mengambil alih sebuah maskapai penerbangan bertarif rendah, Kartika Airlines.

"Kalau seandainya mereka memiliki modalitas yang kredibel kita siap mendukung secara baik," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani ditemui di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 12 November 2018.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id