Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)
Ilustrasi. (FOTO: Media Indonesia)

Puskepi: Harga Tiket Pesawat Turun Apabila Avtur Disubsidi

Ekonomi Avtur Tarif Tiket Pesawat
16 Februari 2019 18:19
Pontianak: Direktur Puskepi Sofyano Zakaria menyatakan harga tiket pesawat baru akan turun apabila harga avtur disubsidi oleh pemerintah.
 
"Saya tidak yakin harga tiket penerbangan bisa jadi murah hanya karena Pertamina menurunkan harganya sebesar itu kecuali pemerintah memberikan subisidi sebesar 50 persen dalam harga avtur," kata Sofyano Zakaria kepada Antara di Pontianak, Sabtu, 16 Februari 2019.
 
Sebelumnya, Pertamina telah mengumumkan bahwa harga avturnya diturunkan dari semula sebesar Rp8.210 per liter menjadi Rp7.960 per liter. Sementara posting price avtur di bandara Changi Singapura sebesar Rp10.760 per liter.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menanggapi hal tersebut, Sofyano Zakaria mengatakan, penurunan harga avtur tersebut lebih merupakan sikap Pertamina yang peduli dengan kepentingan masyarakat pengguna jasa penerbangan dan terhadap persoalan maskapai penerbangan yang merasa harga avtur penyebab mahalnya harga tiket penerbangan.
 
Sofyano yang Pengamat Energi itu menambahkan, jika Pertamina berpedoman sebagai pelaku bisnis, apalagi avtur adalah BBM nonsubsidi yang perlakuannya harusnya bisnis to bisnis maka penurunan harga yang bisa di bawah posting price avtur Singapura itu adalah hal yang bertentangan dengan keberadaan bisnis Pertamina terkait bisnis avtur.
 
"Masyarakat tahu bahwa dalam harga avtur Pertamina selama ini terdapat beban PPN sebesar 10 persen, PPH dan iuran BPH Migas yang mana hal ini tidak ada pada harga avtur di Singapura," ungkap Sofyano.
 
Di sisi lain, ia menyatakan keheranannya mengapa selama ini terbukti harga tiket maskapai penerbangan swasta bisa lebih murah dari harga tiket penerbangan milik BUMN.
 
"Garuda kan BUMN yang juga punya misi melayani rakyat sesuai amanah pada UU BUMN, harusnya harga tiket penerbangan Garuda bisa lebih murah dari tiket maskapai swasta, sehingga pemerintah harus memperhatikan masalah ini," tutup Sofyano.
 

 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif