Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin. Medcom/Husen M.
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin. Medcom/Husen M.

Bos Angkasa Pura II: Holding Penerbangan Banyak Manfaat

Ekonomi angkasa pura ii holding bumn
Husen Miftahudin • 16 April 2019 15:22
Jakarta: Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mendukung rencana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membentuk perusahaan induk (holding) di bidang penerbangan. Dia mengatakan pembentukan holding penerbangan banyak manfaatnya.
 
"Holding (penerbangan) ini sangat baik karena mengonsolidasikan seluruh kemampuan infrastruktur utama di sarana dan perhubungan udara. Harapan kita dengan terintegrasinya beberapa BUMN dalam holding itu banyak hal yang beri manfaat positif," ujar Awaluddin di kompleks olahraga Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 16 April 2019.
 
Manfaat hoding penerbangan yang dimaksud Awaluddin yakni bisa saling mengonsolidasikan bisnis penerbangan secara bersama-sama. Selain itu, holding juga sebagai konsolidasi operasi sekaligus konsolidasi pelayanan dari masing-masing perusahaan holding di bidang penerbangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini, pemerintah menggodok pembentukan perusahaan holding di bidang penerbangan. Kajian dilakukan dengan menggunakan konsultan asing, PT PricewaterhouseCoopers Consulting Indonesia (PwC).
 
PT Survai Udara Penas (Persero) atau Penas disebut akan menjadi induk usaha dari holding BUMN sektor penerbangan. "Kementerian BUMN sedang lakukan kajian oleh konsultannya, induknya Penas, tapi kita sedang menunggu arahan dari BUMN," urainya.
 
Pembentukan holding penerbangan tertuang pada Surat Menteri BUMN Nomor S-180/MBU/03/2019 perihal Penyampaian Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) dan Kajian Pembentukan Holding BUMN Sarana dan Prasarana Perhubungan Udara yang ditujukan pada Menteri Keuangan RI.
 
Dalam surat itu, ada empat perusahaan yang masuk dalam holding penerbangan, yaitu PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Survai Udara Penas (Persero).

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif