Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Arlinda. (FOTO: Medcom.id)
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Arlinda. (FOTO: Medcom.id)

Kemendag Sasar Pasar Baru di Gelaran TEI 2019

Ekonomi kementerian perdagangan trade expo indonesia
Husen Miftahudin • 25 Maret 2019 11:46
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan kembali menggelar Trade Expo Indonesia (TEI) 2019. Gelaran TEI ke-34 ini bakal diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, pada 16-20 Oktober 2019.
 
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Arlinda menyatakan pihaknya bakal lebih menyasar pasar baru di ajang pertemuan business to business (b to b) terbesar di Indonesia ini. Tahun lalu, TEI berhasil mendiversifikasi pasar buyer di luar pasar utama, seperti Tiongkok, Jepang, dan Amerika Serikat.
 
"Mengusung tema 'Moving Forward to Serve The World', TEI 2019 menjadi peluang bagi pebisnis yang ingin mencari pasar potensial bagi ekspor nasional dan investor asing yang berminat mengembangkan usahanya di Indonesia," ujar Arlinda dalam peluncuran TEI 2019 di Auditorium Kemendag, Jalan MI Ridwan Rais, Jakarta Pusat, Senin, 25 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, TEI berhasil mendatangkan para buyer dari negara-negara nontradisional, seperti Afrika, Timur Tengah, dan Asia Tenggara. Pun pada total transaksi, tercatat terbesar berasal dari Arab Saudi, India, dan Mesir.
 
"Selain kita pertahankan pasar utama, kita juga mencari pasar-pasar baru di luar pasar utama, yaitu dari negara-negara Asia Tengah, Afrika, Amerika Latin, dan Eropa Timur. Tahun ini kita inginkan penyelenggaraan Trade Expo ini bisa lebih baik dan lebih fokus," ungkap Arlinda.
 
TEI 2019 akan menampilkan produk dan jasa Indonesia pada zona produk potensial dan unggulan nasional, antara lain produk kuliner, produk lokal unggulan, produk premium dan kreatif, jasa dan produk manufaktur, produk makanan dan minuman, serta furnitur dan produk dekorasi rumah.
 
"TEI bertujuan mempromosikan produk nasional berkualitas yang diproduksi di Indonesia ke pasar global. Kami optimistis bahwa hasil TEI 2019 akan berkontribusi signifikan bagi kinerja ekspor Indonesia, baik jangka pendek maupun panjang," tegas dia.
 
Selain pameran dagang, TEI 2019 juga akan menyuguhkan berbagai kegiatan pendukung antara lain Trade, Tourism, and Investment (TTI) Forum; penjajakan kesepakatan dagang (business matching); klinik bisnis; diskusi regional; misi dagang mancanegara dan lokal; kompetisi usaha perintis berorientasi ekspor; dan gelar wicara (talkshow).
 
Selain itu, akan digelar juga acara penganugerahan Primaniyarta Award dan Primaduta Award. Primaniyarta Award merupakan penghargaan kepada eksportir yang dinilai penting berprestasi di bidang ekspor dan dapat menjadi teladan bagi eksportir lain.
 
Sementara itu, Primaduta Award diberikan kepada buyer yang memiliki loyalitas, komitmen, dan kinerja dalam meningkatkan volume ekspor Indonesia ke luar negeri. "Primaduta Award merupakan salah satu upaya Kemendag dalam meningkatkan ekspor dengan memberikan apresiasi kepada buyer," pungkas Arlinda.
 
Di 2018, TEI berhasil membukukan transaksi sebanyak USD8,49 miliar atau naik lebih dari lima kali lipat dari target transaksi TEI 2018 sebesar USD1,5 miliar. TEI 2018 juga mencatatkan jumlah pengunjung pameran sebanyak 33.333 orang dari 132 negara.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif