Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Medcom.id/ Husen Miftahudin)
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (Foto: Medcom.id/ Husen Miftahudin)

BI Imbau Masyarakat Beli Tiket Pesawat dari Jauh Hari

Ekonomi bank indonesia Tarif Tiket Pesawat
Husen Miftahudin • 26 April 2019 15:29
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencermati dampak tingginya tarif angkutan udara terhadap inflasi menjelang Ramadan dan Lebaran. Untuk menekan angka inflasi, Gubernur BI Perry Warjiyo mengimbau masyarakat agar membeli tiket pesawat dari jauh-jauh hari.
 
"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk jauh-jauh hari merencanakan (beli tiket pesawat untuk mudik), sehingga memang tidak terjadi tekanan-tekanan inflasi yang tinggi dari sisi tarif angkutan udara," ungkap Perry di kompleks pekantoran BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 26 April 2019.
 
Perry meyakini inflasi pada Ramadan dan Lebaran tetap rendah dan terkendali. Namun hal tersebut perlu dipersiapkan oleh semua pihak, sebab biasanya di masa itu tingkat inflasi kerap melonjak dan tak terkendali.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Seperti biasa memang kalau Ramadan permintaannya naik, inflasinya naik, tapi insyaallah tentu akan tetap terkendali. Karena itu perlu persiapan untuk menghadapi bulan Ramadan dan Idulfitri," terangnya.
 
Dalam hal ini, bank sentral terus melakukan koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah.BI juga akan melakukan koordinasi dengan pemerintah untuk menjaga ketersediaan bahan-bahan pokok.
 
"Komitmen dari pemerintah sangat kuat untuk menjaga ketersediaan barang dan bahan-bahan pokok," urainya.
 
Terkait dampak tingginya harga tiket pesawat menjelang Ramadan, pemerintah juga sudah mewaspadai. Karenanya, pemerintah segera memanggil maskapai. Menteri Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya menyebut, butuh aturan agar tiket pesawat tidak naik signifikan. Diperlukan batas atas dan batas bawah bagi maskapai menetapkan harga tiketnya.
 
"Supaya (aturan) dipatuhi oleh semuanya. Karena biasanya pada bulan-bulan Idulfitri dia naik lagi," kata Darmin, Kamis, 25 April 2019.
 
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut tarif pesawat saat ini belum kondusif. Dirinya akan bertemu dengan Kementerian BUMN untuk membawas tarif pesawat, khususnya dari maskapai Garuda.
 
Dirinya menambahkan pengendalian harga tiket pesawat memang perlu dilakukan karena dirasa sudah membebani konsumen dan sektor pariwisata. Namun Budi belum bisa memastikan kapan tiket pesawat bisa turun.
 
"Saya menyerahkan kepada Kemenko Perekonomian. Jadi mengenai jangka waktu, apa yang akan saya lakukan, Pak Menko sepakat untuk ambil bagian dalam mengatur ini," pungkas Budi.
 
Saat ini tarif pesawat diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 20 Tahun 2019 tentang Tata Cara dan Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif