Merpati Pasti Bayarkan Utang ke Kreditur
Ilustrasi Merpati. (FOTO: MI/Palce Alamo)
Jakarta: Perusahaan Pengelolaan Aset (Persero) atau PPA memastikan maskapai penerbangan nasional Merpati Nusantara Airlines (Persero) membayarkan utang-utang mereka pada para kreditur.

Direktur Utama PPA Henry Sihotang mengatakan proposal perdamaian dari Merpati yang memiliki kesulitan keuangan telah disetujui dalam keputusan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Pengadilan Niaga Surabaya. PN Surabaya telah mengeluarkan homologasi terhadap usulan tersebut.

Dari hasil homologasi, kata Henry, maskapai perintis tersebut wajib untuk melaksanakan isi proposal yang diajukan. Henry mengatakan termasuk kewajiban penyelesaian utang terhadap kreditur.

"Merpati sudah diputus damai, proposalnya diterima. Maka proposal inilah yang akan diimplementasikan oleh Merpati bagaimana dia menyelesaikan dengan para kreditur sesuai yang sudah dia ajukan," kata Henry selaku advisor Merpati pada Medcom.id, Jakarta, Jumat, 23 November 2018.

Henry mengatakan kreditur terdiri dari tiga kategori yakni preferen, separatis, dan konkuren. Kreditur preference yakni yang tidak memiliki hak voting dalam pengambilan keputusan perusahaan.

Kreditur separatis yakni kreditur yang memiliki jaminan dengan mengikat aset perusahaan seperti Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Mandiri, dan PPA. Kreditur ini memiliki hak voting.

Serta kreditur konkuren yang memiliki hak voting namun tidak memiliki jaminan. Kreditur Merpati, tambah Hendry, jumlahnya ribuan.

Sebagai informasi total nilai tagihan Merpati dalam PKPU senilai Rp10,95 triliun. Rinciannya terdiri dari kreditur preferen (prioritas) senilai Rp1,09 triliun, konkuren senilai Rp5,99 triliun, dan separatis Rp3,87 triliun. Tagihan separatis dimiliki tiga kreditur: Kemenkeu memegang Rp2,66 triliun, PT Bank Mandiri (persero) Tbk (BMRI) Rp254,08 miliar, dan PT Perusahaan Pengelolaan Aset (persero) Rp964,98 miliar.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id