Deputi bidang Koordinasi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir saat sosialisasi KUR. (FOTO: Medcom.id/Daviq Umar)
Deputi bidang Koordinasi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir saat sosialisasi KUR. (FOTO: Medcom.id/Daviq Umar)

Pemerintah Sosialisasi Program Pembiayaan Lunak

Ekonomi kur kementerian perekonomian
Daviq Umar Al Faruq • 12 April 2019 11:46
Malang: Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian bersama PT Askrindo (Persero) melakukan sosialisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang penyalurannya ditargetkan sebesar Rp140 triliun dan porsi penyaluran produksi sebesar 60 persen di 2019.
 
Deputi bidang Koordinasi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan sasaran penyelenggaraan sosialisasi ini adalah usaha kecil dan mikro. Tujuannya untuk menginformasikan program menarik dari pemerintah.
 
"Pemerintah punya program pembiayaan yang sangat lunak sekali yaitu KUR dengan suku bunga yang ringan sekali tujuh persen. Jadi sepanjang dia produktif pada usahanya, boleh ambil KUR. Tapi banyak yang belum tahu tentang pembiayaan KUR ini maka itu pentingnya sosialisasi ini," kata dia saat sosialisasi KUR 2019, di Ijen Suites Hotel, Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, 11 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Iskandar menambahkan secara keseluruhan sudah ada 14,8 juta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendapatkan KUR. Yakni dengan kualiatas marginal product of labour (MPL)) yang sangat bagus sebesar 1,42 persen.
 
"Dari data yang ada ini sangat sukses menaikkan kelas dari mikro ke ke kecil dan menengah dan bantuan pembiayaaan KUR jejak orang sukses ini bisa diikuti usahawan di Malang," imbuhnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo berharap melalui sosialisasi ini masyarakat bisa mengetahui banyak informasi tentang KUD serta mendapatkan terobosan baru dalam memperluas lapangan pekerjaan.
 
"Kita ingin menyampaikan kalau program untuk perkembangan UMKM itu jadi prioritas masa pemerintahan sekarang dan kami yakin ini bisa jadi menciptakan lapangan pekerjaan, jadi program ini bakal terus berlanjut," paparnya.
 
Pemerintah memang getol menggelontorkan KUR untuk mendukung pembiayaan bagi UMKM. Hal itu karena UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional.
 
Sosialisasi yang dihadiri oleh puluhan peserta dari pihak perbankan, UMKM, debitur, dan calon debitur KUR ini juga menginformasikan tentang suku bunga KUR. Sebab, sejak 1 Januari 2018, suku bunga KUR yang semula sembilan persen per tahun turun menjadi tujuh persen per tahun.
 
Direktur Operasional Ritel Askrindo Anton Fadar A Siregar menjelaskan pihaknya telah menjamin KUR dengan plafon mencapai Rp12,5 triliun. KUR tersebut dengan jumlah debitur 438 ribu serta penyerapan tenaga kerja sebanyak 490 orang.
 
Anton menambahkan total penjaminan plafon sejak 2007 hingga Februari 2019 di Askrindo sudah sebesar Rp268,7 triliun dengan jumlah debitur 15,8 juta debitur. Serta penyerapan tenaga kerja sebanyak 3,2 juta orang.
 
"Harapannya KUR yang targetnya Rp140 triliun dan porsi penyaluran KUR produktif 60 persen bisa tercapai bersama-sama," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif