Direktur Grup Lippo John Riady. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Direktur Grup Lippo John Riady. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Pengusaha Manfaatkan Teknologi di Era Revolusi Industri 4.0

Ekonomi lippo grup world economic forum
Eko Nordiansyah • 25 Januari 2019 13:21
Jakarta: Era revolusi industri 4.0 telah mengubah cara individu, pemerintahan dan perusahaan berhubungan satu sama lain. Termasuk mendorong para pengusaha di Indonesia untuk mulai memanfaatkan teknologi salam mengelola bisnis di era revolusi industri seperti sekarang ini.
 
Hal ini disampaikan oleh Direktur Grup Lippo John Riady dalam Pertemuan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Pertemuan yang fokus membahas arsitektur revolusi industri 4.0, ini mengambil tema 'Globalization 4.0: Shaping a Global Architecture in the Age of the Fourth Industrial Revolution'.
 
Menurut dia, ada dua hal penting yang perlu menjadi pusat perhatian tinggi dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 yakni Kecerdasan Buatan (AI) dan Big Data. Selain itu, pendidikan memiliki peran sentral dalam meningkatkan kapabilitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam era revolusi industri.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski merupakan bagian dari teknologi digital, dirinya mengatakan, AI menggunakan teknologi tersebut untuk mengumpulkan semua data yang besar. Data ini menjadi sangat penting karena dapat dianalisa dan diolah berdasarkan apa yang menjadi karakter atau kebutuhan masyarakat saat ini.
 
"Grup Lippo juga menyadari bahwa AI kini menjadi sangat penting dan dibutuhkan dalam mengambil keputusan-keputusan krusial, termasuk dalam bisnis. Karena itu, Kami sudah mulai memasukan AI dan Big Data sebagai bagian untuk mengembangkan service industries dalam Lippo Group," ujar John, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 25 Januari 2019.
 
Kehadiran pebisnis Indonesia di WEF dimaksudkan untuk memberi pesan bahwa Indonesia sudah berhasil dalam menerapkan berbagai keunggulan di era industri 4.0, didukung pertumbuhan bisnis digital yang juga luar biasa. Indonesia ingin memberi pesan kepada masyarakat global, bahwa pebisnis di Indonesia sangat concern dengan semangat industri 4.0.
 
John menambahkan kawasan ASEAN sebagai blok baru, yang memiliki catatan pertumbuhan ekonomi, pembangunan, dan kerja sama regional yang patut ditiru. Wilayah ini dinilai sebagai memiliki dinamika dan peluang yang menonjol paling luar biasa di dunia.
 
"Karena itu, kami para pengusaha Indonesia menyambut baik kedatangan revolusi industri 4.0 dengan membuka kesempatan segala sektor untuk lebih berinovasi. Revolusi industri 4.0 harus dimaknai sebagai teman yang bisa memajukan bangsa dan negara," pungkasnya.
 

 

(AHL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif