Menteri Perdagangan (mendag) Enggartiasto Lukita. Medcom/Ilham Wibowo.
Menteri Perdagangan (mendag) Enggartiasto Lukita. Medcom/Ilham Wibowo.

KPPU Apresiasi Aksi Mendag Tahan Impor Bawang Putih

Ekonomi kementerian perdagangan Bawang Putih
Nia Deviyana • 23 April 2019 14:56
Jakarta: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengapreasiasi langkah Menteri Perdagangan (mendag) Enggartiasto Lukita yang memutuskan menahan pemberian izin impor 100 ribu ton bawang putih kepada Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).
 
"Andai kata benar diurungkan, KPPU mengapreasiasi. Pelaku usaha tidak berhak didiskriminasi," ujar Komisioner KPPU Guntur Saragih di kantornya, Jakarta, Selasa, 23 April 2019.
 
Dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 16 Tahun 2017 tertuang kewajiban bagi importir menanam lima persen bawang putih dari total volume impor. KPPU menilai, pemberian mandat impor bawang putih kepada Bulog tanpa menjalani kewajiban menanam dianggap sebagai diskriminasi terhadap importir.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kecuali kondisinya darurat pangan, maka harus ke Bulog. Tapi KPPU sudah memanggil pihak terkait dan menilai, kita belum dalam kondisi itu, sehingga seyogyanya diterapkan kewajiban yang sama," terangnya.
 
Langkah Mendag juga mendapat apresiasi dari ekonom Universitas Sam Ratulangi Agus Tony Poputra. Dia menilai, kebijakan Kementerian Perdagangan menahan izin impor Bulog hingga saat ini dinilai sudah pada koridornya karena pemberian izin impor komoditas tanpa menanam dikhawatirkan dapat mematikan pertanian bawang putih nasional nantinya.
 
"Memang sebenarnya sudah betul. Bulog harus tanam dulu. Kalau impor semua kan susah tidak ada perkembangan bawang putih di Indonesia. Kemendag tidak salah dia konsisten. Dia (Mendag) mungkin mencoba menerapkan aturan secara konsisten tanpa pandang bulu,” kata Tony.
 
Keputusan pemerintah untuk membuka impor bawang putih sebesar 100 ribu ton melalui Bulog berdasarkan rakor terbatas pada Senin, 18 Maret 2019, yang dipimpin Menko Perekonomian Darmin Nasution.
 
Rakor tersebut dilatari adanya kenaikan harga komoditas bawang putih hingga rata-rata mencapai Rp45.000-Rp50.000 per kilogram di tingkat pedagang karena berkurangnya pasokan.
 
Bawang putih, dalam catatan Kementerian Perdagangan, menjadi salah satu bahan pangan yang dijaga stabilitas harganya karena memberi kontribusi inflasi pada Februari 2019.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif