medcom.id, Jakarta: Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) menuturkan pelaku pasar harus mewaspadai potensi penurunan lanjutan reksa dana yang berdenominasi dolar AS atau USD yang dalam enam bulan terakhir turun 12,8 persen.
Anggota Kompartemen Sosialisasi dan Edukasi Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Rudiyanto menuturkan pelemahan rupiah memberikan sentiment negatif bagi pertumbuhan reksa dana dolar AS.
"Rupiah lemah memberikan sentimen negatif bagi pertumbuhan reksa dana dolar selama enam bulan terakhir ini," katanya, ketika ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (2/7/2015).
Dia memprediksi setelah tren rupiah menurun banyak yang melakukan penarikan atau redemption. Pada akhir 2014 dana kelolaan reksa dana dolar senilai USD1.054 juta namun pada akhir Mei 2015 tercatat USD919 juta.
“Reksa dana dolar saham yang paling merasakan imbas dari penurunan rupiah. Sedangkan reksa dana dollar pendapatan tetap diperkirakan akan tetap tumbuh positif,” kata dia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan