Pasalnya, selama ini mengekspor lobster ternyata tidak menguntungkan para nelayan Indonesia. Sebaliknya malah menguntungkan negara yang selama ini mengimpor bibitnya dari Indonesia, yakni Vietnam.
Menurut Susi, selama 12 tahun ini Vietnam adalah negara eksportir terbesar di dunia, padahal bibit-bibitnya dari Indonesia. "Vietnam negara ekportir lobster terbesar di dunia. Itu karena NTB selalu mensupport bibitnya. Harusnya NTB minta penghargaan dari Vietnam karena sudah menguntungkan Vietnam," sindir Susi, disela-sela rapat mendadak dengan perwakilan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesi (HNSI) Nusa Tenggara Barat (NTB) yang di fasilitasi DPRD Provinsi NTB, seperti dilansir dari laman Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Minggu (25/1/2015).
Setiap tahun, lanjut Susi, Vietnam mampu mempoduksi lobster lebih dari 1.000 ton. Jika dibandingkan ekspor Indonesia jauh lebih kecil, hanya 10-50 ton.
"Makanya saya tidak ijinkan ekspor bibit ke Vietnam. Lebih baik orang Bali, Sumatera, Jakarta, atau daerah lainnya yang beli. Jadi, tidak boleh dibeli Vietnam," cetusnya.
Menteri Susi menambahkan kalau lobster sudah keluar dari Indonesia, minimal harus dengan berat 200 gram. Hal ini lanjut Susi agar pendapatan nelayan meningkat dan negara untung.
"Jadi, saya berharap bapak-bapak di sini bisa sosialisasikan kepada nelayan kita, agar tidak salah mengerti dengan regulasi saya. Ini untuk melindungi nelayan," ungkap Susi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News