Pedagang Sapi. FOTO MTVNLatief Rochyana
Pedagang Sapi. FOTO MTVNLatief Rochyana

NasDem: Kenaikan Harga Daging Persoalan Klasik

Arif Wicaksono • 20 Agustus 2015 20:04
medcom.id, Jakarta: Kisruh kelangkaan daging sapi yang baru saja terjadi ternyata diikuti dengan kelangkaan daging ayam akibat sejumlah pedagang yang mogok berjualan. 
 
Hal ini mendesak pemerintah segera menyiapkan langkah strategis menyelesaian kelangkaan agar tidak semakin meluas. 
 
Anggota komisi IV DPR dari Fraksi Partai NasDem, Fadholi, memandang kelangkaan daging ayam yang disebabkan pedagang mogok tersebut sebetulnya bukan hal yang baru. Dia bahkan mengatakan bahwa kelangkaan ini merupakan persoalan klasik yang berulang terjadi.

Dia menuturkan bahwa kelangkaan daging ayam ini terjadi tidak hanya terjadi karena minimnya pasokan tetapi juga disebabkan adanya dominasi dari perusahaan pakan ternak unggas khususnya ayam.
 
“Terbatasnya perusahaan atau kelompok (produsen) pakan ayam, menimbulkan ketergantungan peternak terhadap mereka sangat tinggi sekali,” tutur kapoksi IV, Kamis (20/8/2015).
 
Selain itu, Fadholi juga mencurigai kemungkinan adanya mafia yang sedang bekerja mempengaruhi harga. Indikator yang dia gunakan adalah bahwa sektor perunggasan saat ini hanya dikuasai oleh beberapa perusahaan.
 
“Tinggal bagaimana pihak kepolisian untuk menyelidiki kebenaran terkait adanya indikasi para mafia daging dalam kelangkaan daging baik sapi maupun ayam,” tukas legislator dari Dapil Jateng I. 
Dia memandang kedepannya perlu adanya inovasi untuk menjamin pasokan ayam untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.
 
“Yang terpenting bagi pemerintah saat ini perlu ada upaya untuk pengembangan kembali terhadap peternakan ayam kampung. Sehingga dengan pengembangan peternakan ayam kampung tersebut, kebutuhan daging ayam tidak hanya bersumber dari daging ayam negeri (ayam potong) saja,” ujarnya.  
 
Untuk mendorong realisasi peternakan ayam kampung ini, Fadholi juga menekankan perlunya pemerintah menyubsidi pakan dan sarana pendukung lainnya bagi para peternak ayam. Dia meyakini dengan adanya subsidi pakan setidaknya dapat membantu produksi dan mampu meningkatkan kesejahteraan bagi para peternak.
 
“Jika mereka diminta untuk berternak ayam tetapi jika tidak memberikan keuntungan. Atau malah sebaliknya mendapatkan kerugian. Maka untuk menggalakkan ternak ayam secara massif akan sulit dilakukan,” ujarnya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan