Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Medcom.id/Mustolih.
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Medcom.id/Mustolih.

Sri Mulyani Siap Gelontorkan Dana untuk Tenaga Kerja Jateng

Ekonomi tenaga kerja
Mustholih • 14 Februari 2020 14:33
Semarang: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menawarkan sumber pendanaan nasional kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) dalam upaya meningkatkan pembangunan ekonomi regional.
 
Sri Mulyani mengatakan Pemerintah Pusat memiliki dana kartu prakerja sebesar Rp10 triliun yang bisa digunakan Jateng membangun kemampuan (skillfull) tenaga kerja.
 
"Jadi tidak tergantung dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Karena Pemerintah Pusat punya banyak instrumen. Kita punya kartu prakerja Rp10 triliun. Itu bisa digunakan," kata Sri Mulyani, di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, 14 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Sri Mulyani, Jawa Tengah memiliki keunggulan industri di bidang manufaktur dan ekspor. Bahkan, tingkat keunggulan Jateng ini lebih tinggi dari nasional.
 
"Namun tidak mengangkat karena 60 persen PDB (produk domestik bruto) adalah untuk rumah tangga. Mayoritas penduduknya yang high end belanjanya di luar Jateng," ujar Sri Mulyani.
 
Meski industri manufaktur dan ekspor Jateng sudah termasuk kuat, namun masih perlu ditingkatkan lagi. Dia menilai kawasan industri di Kendal dan Brebes patut dibuat proyek percontohan dalam meningkatkan industri Jateng.
 
"Karena dia (kawasan industri Kendal dan Brebes) bisa menimbulkan kepercayaan diri terhadap kemampuan Jateng untuk meningkatkan minat investasi. Harus dijadikan semacam grand image mengenai destinasi investasi di Jateng," beber Sri Mulyani.
 
Sri Mulyani mengatakan industri pariwisata menjadi faktor utama yang berpotensi meningkatkan industri Jawa Tengah secara keseluruhan. "Jadi saya menyampaikan ke Pak Ganjar jangan kehabisan ide karena anggaran cuma sekian. Karena pusat punya banyak insentif dan fasilitas," jelas Sri Mulyani.
 
Dia menambahkan semestinya sarana infrastruktur yang selesai dibangun bisa meningkatkan ekonomi Jateng terutama di sektor industri kreatif.
 
"Infrastruktur mestinya bisa dikapitalisasi. Industri kreatif punya potensi luar biasa. Kalau Jateng bisa menjadi pusat kerja yang menarik maka kita tidak kehilangan brand-brand keluar," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif