NEWSTICKER
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto : Medcom.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto : Medcom.

Pemerintah Bakal Rilis Daftar Positif Investasi Bulan Depan

Ekonomi bkpm daftar negatif investasi
Eko Nordiansyah • 17 Februari 2020 17:03
Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebutkan pemerintah bakal merilis daftar positif investasi. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016, ada 20 daftar negatif investasi (DNI).
 
Rencananya pemerintah akan membuka 14 sektor dari 20 bidang yang ada di DNI. Sehingga nantinya hanya ada enam sektor yang tetap dilarang untuk investasi.
 
"Yang dulu ada 20 sektor usaha enggak dibuka, sekarang 14 dibuka. DNI nanti kalau perpresnya sudah ditandatangani," kata dia di Gedung BKPM, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Meski begitu, pemerintah tetap akan terukur dalam mengizinkan investor menanamkan modalnya pada sektor usaha yang dibolehkan. Misalnya saja tidak 100 persen investasi di sektor usaha tersebut yang diizinkan bagi investor asing.
 
"Jadi begini, Indonesia ini ada pemerintahannya. Terbuka, tapi tetap terukur. Ada beberapa sektor usaha yang dibuka 100 persen, ada juga yang enggak bisa, seperti logistik 67 persen, (bisnis) tower enggak bisa, UMKM enggak bisa," jelas dia.
 
Bahlil menambahkan pemerintah tetap akan melindungi para pengusaha lokal agar tetap mampu bersaing. Dirinya mencontohkan, investasi UMKM tidak akan diizinkan, kecuali kerja sama untuk pembiayaan pengembangan UMKM masih diperbolehkan.
 
"Jadi saya pikir UMKM, negara harus hadir untuk bisa explore kemampuan mereka. Mau kolaborasi sama investor luar, monggo. Tapi jangan akuisisi saham UMKM. Bagaimana kalau startup? Kalau Rp10 miliar ke atas, boleh. Kalau di bawah Rp10 miliar buat apa," ungkapnya.
 
Keenam sektor yang masuk negatif investasi antara lain adalah kasino atau perjudian, budidaya ganja, pengangkatan benda berharga asal muatan kapal yang tenggelam, dan industri pembuat chlor alkali dengan proses merkuri.
 
Selain itu penangkapan spesies ikan yang tercantum dalam Appendix I Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), industri bahan aktif pestisida seperti dichloro diphenyl trichioroethane (DDT), aldrin, endrin, dieldrin, chlordane, heptachlor, mirex, dan toxaphene, dan industri bahan kimia Industri dan industri bahan perusak lapisan ozone (BPO) juga masuk larangan negatif investasi.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif