Asuransi Jiwasyara. Foto : MI/Ramdani.
Asuransi Jiwasyara. Foto : MI/Ramdani.

Pemerintah Diminta Gelontorkan Dana untuk Selamatkan Jiwasraya

Ekonomi Jiwasraya
Eko Nordiansyah • 11 Februari 2020 18:54
Jakarta: Pemerintah diminta segera mengambil langkah nyata untuk mengembalikan dana nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Skema konkret dari pemerintah diharapkan mampu menyehatkan keuangan dan solvabilitas Jiwasraya demi menghindari adanya potensi resesi ekonomi di Indonesia.
 
"Alternatifnya cuma tiga. Pertama, suntikan modal dari pemegang saham. Ini bisa dilakukan melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN) baik berupa cash atau pun noncash," kata Ketua Program Studi Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik Fakultas Ekonomi Indonesia (UI) Telisa Aulia Falianty kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020.
 
Dirinya menambahkan pemerintah Indonesia harus belajar dari kasus gagal bayar yang dialami AIG Insurance di Amerika Serikat. Kala itu pemerintah AS memberikan dana talangan atau bail out untuk menghindari adanya krisis keuangan yang sistemik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bukan hanya perbankan saja, tapi saat ini saya rasa perlu juga perlu dilakukan bail in untuk industri asuransi seperti Jiwasraya yang merupakan BUMN dan skalanya sudah besar," ungkap dia.
 
Selain suntikan modal, pemerintah diminta segera merealisasikan wacana masuknya investor baru melalui skenario pembentukan anak usaha, yakni Jiwasraya Putra. Ketiga, wacana pembentukan holding asuransi juga diharapkan membantu permodalan Jiwasraya melalui penerbitan pinjaman subordinasi (subdebt) dengan tenor minimal 10 tahun.
 
Meski bukan merupakan tujuan utama, tutur Telisa, keberadaan holding asuransi diyakini mampu menambal lubang defisit keuangan Jiwasraya selain dua alternatif opsi penyelamatan di atas. Secara pararel juga harus dilakukan langkah prioritas berikutnya melalui restrukturisasi, rasionalisasi, dan optimalisasi aset tetap.
 
"Hingga pengembangan financial instrument baru yang memungkinkan. Ditambah penataan bisnis proses termasuk optimalisasi teknologi dan data, serta pengembangan bisnis agreement baru Jiwasraya dengan beberapa BUMN," pungkasnya.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif