Pedagang Diimbau Menjual Bawang Sesuai Aturan
Ilustrasi. (Foto: Antara/Aloysius).
Jakarta: Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) telah melayangkan surat pemberitahuan kepada seluruh pedagang pasar di Indonesia, terutama yang menjual bawang bombai dan bawang merah.

Surat tersebut mengimbau pedagang untuk menjual bawang sesuai ukuran pemerintah dan menjual bawang dengan harga yang sewajarnya.

Ketua Umum Ikappi Abdullah Mansyuri menjelaskan surat tersebut untuk mendorong dan perbaikan serta kehati-hatian pada pedagang untuk tidak melakukan oplosan bawang.

"Kami keluarkan surat sudah sejak adanya beredar info bawang bombay oplosan. Sehingga untuk melakukan upaya pencegahan para pedagang untuk tidakmengoplos dan menjual bawang bombay seharga bawang merah lokal," ujarnya saat dihubungi Medcom.id, Selasa, 26 Juni 2018.

Ia menambahkan, isi surat tersebut terdapat beberapa poin yang ditekankan, seperti larangan pedagang bawang bombay kecil dijual seharga bawang merah lokal. Serta jika pedagang melihat pratik penjualan bawang oplosan dengan harga bawang merah lokal dapat dinfomasikan pada Ikappi.

Pasalnya jika ada pedagang yang tetap melakukan praktik tersebut, dapat menimbulkan kurangnya kepercayaan pada pedagang yang sebelumnya telah turun, pasca adanya ritel modern atau supermarket.

"Dua bulan yang lalu kita keluarkan ke seluruh pedagang pasar. Dalam penyebarannya kami sampaikan ke pengurus Ikappi wilayah, lalu dilanjutkan ke seluruh daerah dan masuk ke pasar," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjamin bahwa pedagang tidak berani mengambil risiko kehilangan pembeli, lantaran menjual bawang oplosan. Karena perbedaan dari kedua jenis barang tersebut sangat terlihat.

"Saya pastikan pedang pasar tidak berani mengambil risiko, jika mereka melakukan pengolosan bisa kami pastikan tidak terjadi," tutupnya.



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id