Mitra Dana Beri Bantuan Sembako Dukung Peningkatan Kesejahteraan

10 Agustus 2018 06:02 WIB
kesejahteraan
Mitra Dana Beri Bantuan Sembako Dukung Peningkatan Kesejahteraan
Warga mendapatkan bantuan berupa sembako (Foto: Mitra Dana Top Group)
Jakarta: Menginjak usia ke-23 tahun, PT Mitra Dana Top Group yang merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pembiayaan konsumen multiguna barang jasa, modal kerja, dan investasi melaksanakan kegiatan bakti sosial. Kegiatan ini diharapkan memberi keringanan bagi masyarakat dan nantinya mendukung tingkat kesejahteraan di masa mendatang.

Adapun aksi bakti sosial ini juga bersamaan dengan bertambahnya usia Tjie Putra Willy Karamoy selaku chairman Mitra Dana Top Group. Bakti sosial dilakukan di Desa Sitanala, Tangerang–Banten. Dalam bakti sosial ini, Mitra Dana memberikan sembako kepada 800 warga Desa Sitanala yang menderita kusta, bahkan yang mengalami ketidaksempurnaan pada tubuhnya.

Sembako yang diberikan terdiri dari beras, minyak goreng, gula, mie instan, dan kopi. "Bukan sebuah pertemuan biasa, namun menjadi sebuah kenangan berharga bagi saya bersama warga di Desa Sitanala dalam kegiatan bakti sosial ini," ungkapnya, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018.

Willy berharap dengan diadakannya kegiatan ini mampu meringankan beban warga Desa Sitanala yang dalam kekurangan. "Bagi kita yang diberikan rejeki berlebih sudah sepatutnya saling membantu kepada sesama kita yang membutuhkan," tuturnya.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI), pemerintah pusat, dan pemerintah daerah (pemda) berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkualitas. Langkah itu menjadi penting dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pertumbuhan dan memperluas pemerataan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman mengatakan dalam sarasehan itu membahas lima hal strategis. Pertama, mengenai pentingnya peran pemerintah daerah untuk memfasilitasi kerja sama perdagangan pangan dalam rangka menjaga ketersediaan pasokan pangan.

"Kedua, strategi kebijakan penguatan infrastruktur konektivitas untuk mendukung peningkatan kerja sama perdagangan pangan dan pengendalian inflasi daerah," kata Agusman.

Ketiga, strategi kebijakan pemerintah meningkatkan produktivitas pertanian melalui pembangunan infrastruktur pertanian, dan dukungan yang diperlukan dari pemda. Keempat, pentingnya dukungan pemda untuk mempercepat pembangunan infrastruktur guna mendukung stabilitas harga.

Kelima, sinkronisasi perencanaan pembangunan pusat dan daerah dalam rangka menjaga stabilitas harga dan mengurangi tingkat kemiskinan. Dalam diskusi itu juga dibahas mengenai kontribusi masing-masing lembaga dalam mengatasi permasalahan perekonomian di daerah maupun pusat.

"Salah satu tema yang muncul adalah pentingnya sinergi antarlembaga dan koordinasi pusat-daerah," pungkas dia.



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id