Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: dokumentasi Kemenperin)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: dokumentasi Kemenperin)

Kemenperin Berencana Luncurkan E-smart IKM

Husen Miftahudin • 28 September 2016 13:07
medcom.id, Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana akan meluncurkan program e-smart Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk meningkatkan pengembangan kapasitas sektor yang mendominasi populasi industri di Indonesia tersebut. Program ini akan memanfaatkan platform digital melalui kerja sama dengan perusahaan startup di Indonesia.
 
"E-smart IKM perlu dikembangkan agar kita dapat menjadi showcase produk sendiri, bukan hanya menjadi reseller produk negara lain," tegas Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (28/9/2016).
 
Latar belakang pelaksanaan program e-smart IKM didasari untuk pengembangan ekonomi berbasis digital, peningkatan ekspor IKM, serta perluasan akses pasar dan akses pendanaan. Adapun program ini memiliki desain infrastruktur digital dengan tulang punggung Palapa Ring, Satelit BRI, dan PLN.

"Artinya dibutuhkan fasilitas internet dan listrik. Selanjutnya diintegrasikan dengan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) yang kami miliki untuk jaminan produk, keamanan, dan Standar," papar Airlangga.
 
Menurutnya, program ini akan mendukung layanan keuangan, logistik, dan pemasaran bagi pelaku IKM. Kemenperin akan memfasilitasi pelaku IKM untuk menjalin kerja sama dengan e-commerce di dalam negeri seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dan Blibli.
 
"Jadi, laman mereka akan dijadikan kawasan virtual bagi produk IKM nasional," tuturnya.
 
Sasaran sektor IKM yang dikembangkan melalui program e-smart, antara lain IKM kosmetika, logam, kerajinan, fashion, makanan dan minuman, perhiasan, produk kulit, furnitur, herbal, komponen, tekstil, permesinan, semen, pupuk, serta elektronika. Pengembangan prototipe e-smart IKM dalam waktu dekat, yakni sektor IKM perhiasan, furniture kayu dan rotan, ukiran kayu, batik, produk kulit, serta kerajinan anyaman.
 
Program ini sekaligus untuk menciptakan sebanyak 20 ribu pelaku IKM baru sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Target lainnya, wirausaha menengah baru sebanyak 4.500 orang serta rasio persebaran sektor IKM Jawa dan luar Jawa, yakni 60,34 persen berbanding 39,66 persen.
 
"Presiden telah menegaskan, potensi pasar ekonomi digital kita cukup besar karena memiliki jumlah penduduk 250 juta dan 93,4 juta diantaranya adalah pengguna internet. Untuk itu, Presiden optimistis Indonesia bisa menjadi negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara," pungkas Airlangga.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan