Ilustrasi. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto.
Ilustrasi. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto.

Cukup Mesin Fotokopi dan Sablon untuk Buat Miliaran Uang Palsu

Suci Sedya Utami • 23 November 2015 20:19
medcom.id, Jakarta: Maraknya peredaran uang rupiah palsu di Indonesia ternyata disebabkan oleh kemudahan para pelaku dalam mencetak uang ilegal tersebut.
 
Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Suhaedi mengatakan para pelaku pemalsuan uang di Indonesia masih menggunakan teknologi sederhana, yakni dengan hanya berbekal mesin fotokopi dan perangkat sablon, jutaan bahkan miliaran uang rupiah palsu siap beredar ke seluruh wilayah Indonesia.
 
Karena alat sederhana itu pula menjadi alasan mengapa uang palsu mudah diciptakan. Masyarakat yang jeli dan paham akan mampu mengenali keaslian rupiah hanya dengan 3D (Dilihat, Diraba dan Diterawang).

"Karena teknologi yang digunakan di Indonesia untuk teknik pemalsuan uang, 80 persen pakai mesin printer atau scanner atau fotokopi, 10 persen secara manual yakni menggunakan sablon, 10 persen pakai mesin off set," tutur Suhaedi di kantor Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (23/11/2015).
 
Padahal, kata dia, jika dibedakan dengan pembuatan atau pencetakan uang rupiah asli sangat membutuhkan proses panjang dan menjunjung tinggi keamanan fitur pada fisik uang. Menurut dia, tidak semua negara mampu mencetak mata uangnya sendiri karena keterbatsan mesin.
 
Suhaedi menjelaskan, unsur pengamanan mata uang rupiah terdiri dari tiga level. Pertama, di level masyarakat tanpa menggunakan alat bantu (overt). Level kedua, cash handler menggunakan alat bantu sederhana (semi covert) dan level ketiga, Bank Sentral yang memakai mesin sortasi (covert).
 
Peningkatan teknologi unsur pengaman (international best practice), antara lain, pertama, color shifting yakni teknologi yang dapat menghasilkan efek perubahan warna dan dapat diperoleh dari tinta ataupun benang pengaman.
 
Kedua, lentikular adalah teknologi yang digunakan untuk menghasilkan gambar yang dicetak dengan ilusi kedalaman, atau kemampuan mengubah atau memindahkan sebagai gambar dilihat dari sudut yang berbeda.
 
Ketiga, unsur pengaman holography, yaitu teknologi yang memungkinkan gambar tiga dimensi dengan melibatkan penggunaan laser, difraksi dan pencahayaan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan