Pabrik Panasonic. FOTO ANTARA / Audy Alwi.
Pabrik Panasonic. FOTO ANTARA / Audy Alwi.

Tutup Pabrik Lampu di Pasuruan, Panasonic Pilih Beli dari Tiongkok

Arif Wicaksono • 03 Februari 2016 14:26
medcom.id, Jakarta: Ketua Asosiasi Elektronik Indonesia (Gabel) Ali Subroto Asosiasi menuturkan bahwa ditutupnya pabrik Panasonic yang membuat lampu hemat energi merupakan strategi perusahaan ditengah tantangan perekonomian global. 
 
Dia menjelaskan Panasonic kalah bersaing dengan lampu hemat energi yang dijual Philips yang sudah dibeli oleh Tiongkok. Solusinya adalah Panasonic menutup pabriknya dan memilih membeli produk serupa dari perusahaan manufaktur di Tiongkok. 
 
"Mereka tetap berjualan tapi kan mereka merasa bahwa cost bangun pabrik di Pasuruan terlalu tinggi," kata dia kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Rabu (3/2/2016). 

Dia mengatakan dampaknya adalah adanya karyawan yang dirumahkan. Tetapi ini menjadi konsekuensi logis daripada membiarkan beban operasional perusahaan yang kian membengkak. 
 
"Ini sebagai strategi untuk menyelamatkan semua," jelasnya. 
 
Pembangunan lampu di Tiongkok lebih murah kerena memiliki pabrik komponen untuk berbagai produk elektronik. Hal ini yang tak dimiliki Indonesia yang belum memiliki pabrik komponen, sehingga biaya jual produknya menjadi lebih mahal. 
 
"Bahan baku dan komponen tiongkok kan semuanya ada, jadi bukan semata karena upah, meskipun ya kalau Upah Minimum Provinsi (UMP) naik ya akan menjadi persoalan juga," jelasnya. 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan